Ritual dan doa: Kisah para pendukung tim sepak bola yang mencari bantuan spiritual saat Piala Dunia

Seorang dukun melakukan ritual menjelang pertandingan Peru vs Argentina pada Piala Dunia di Lima, Juni 2014.

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Seorang dukun melakukan ritual menjelang pertandingan Peru vs Argentina pada ajang kualifikasi Piala Dunia di Lima, Juni 2014.
    • Penulis, Lebo Diseko
    • Peranan, Koresponden bidang agama
    • Melaporkan dari, London
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 6 menit

Dalia Walker percaya ada sesuatu yang bersifat supranatural dalam kemenangan Argentina pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

"Saya pikir sihir membantu Argentina menang," kata perempuan berusia 41 tahun dari Buenos Aires itu.

Dalia adalah salah satu dari sekumpulan besar perempuan yang mengaku sebagai penyihir. Dia melakukan mantra dan ritual atas nama Lionel Messi dan seluruh skuad Argentina lainnya.

Para perempuan tersebut menamakan diri mereka "La Brujineta", gabungan dari kata "bruja" yang berarti penyihir, dan "La Scaloneta", julukan tim nasional Argentina di bawah asuhan pelatih Lionel Scaloni.

Tim nasional Argentina setelah memenangkan Piala Dunia 2022.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Tim nasional Argentina memenangkan Piala Dunia 2022.

La Brujineta menggunakan lilin, doa, dan jimat untuk melakukan ritual, kata Dalia.

Mereka terhubung satu sama lain melalui grup WhatsApp dan media sosial, menentukan aspek tertentu dalam performa tim yang memerlukan perhatian paling besar.

Beberapa ritual paling populer dirancang untuk "membekukan" kekuatan pemain tertentu di tim lawan, sesuatu yang menurut Dalia tidak ia setujui.

Sebaliknya, ia lebih memilih apa yang ia anggap sebagai ritual yang lebih positif, seperti menyalakan lilin dan mengirimkan "energi baik".

Dalia Walker

Sumber gambar, Dalia F Walker

Keterangan gambar, Dalia Walker mengaku sebagai penyihir dan akan melakukan ritual demi mendukung timnas Argentina.

Ketika Argentina menang pada Piala Dunia 2022, La Brujineta melihatnya sebagai pembenaran atas upaya mereka.

"Bagi saya, ini benar-benar Piala Dunia para penyihir," kata Dalia.

Dia berencana melakukan ritual serupa kali ini, menyalakan lilin berwarna biru dan putih—warna tim nasional Argentina—di altar.

"Di Argentina, jika sesuatu berhasil, [menurut kepercayaan] lain kali Anda harus mengulanginya dengan cara yang persis sama."

Baca juga:

Para pendukung La Scaloneta bukan satu-satunya pendukung timnas yang mengandalkan hal-hal supranatural.

Sekelompok dukun Peru melakukan ritual di ibu kota mereka, Lima, untuk membantu tim mereka lolos ke Piala Dunia 2022. Mereka kalah 5-4 lewat adu penalti dari Australia.

Di seluruh benua Afrika, spiritualitas sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam sepak bola.

Ritual dan jimat

Bagi sebagian orang, penyembuh spiritual diandalkan dalam performa tim sepak bola.

Pada 2002, Konfederasi Sepak Bola Afrika (Caf) melarang "penasihat tim"—eufemisme untuk penyembuh spiritual tradisional—berperan dalam tim yang berkompetisi di Piala Afrika.

Masih ada penggemar fanatik yang memanfaatkan praktik tradisional saat mereka menari dan bersorak di stadion. Mereka mengenakan jimat dan dalam beberapa kasus bahkan menyemburkan api, kata jurnalis sepak bola, Maher Mezahi.

Pada November tahun lalu, ketika Nigeria tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia, pelatih Éric Chelle menuduh tim Republik Demokratik Kongo (RDK) menggunakan voodoo alias ilmu hitam.

Mantan pelatih kepala RDK, Florent Ibenge, menepis tuduhan itu dan menyebutnya "omong kosong".

 Éric Chelle

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pelatih kepala Nigeria, Éric Chelle, menuduh tim RD Kongo menggunakan voodoo.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Tuduhan sihir dan perdukunan mungkin menjadi alasan mengapa banyak orang enggan mengakui secara terbuka terlibat dalam praktik tradisional.

"Sepak bola cenderung bersifat Eurosentris," kata Mezahi.

"Klub-klub terbesar ada di sana, dan para pemain terbesar bermain di sana, sehingga apa pun yang tidak berasal dari Eropa bisa dipandang atau diperlakukan dengan sedikit kecurigaan," imbuhnya.

Namun ia percaya ini bukanlah "sesuatu yang harus membuat orang Afrika merasa malu. Ini adalah sesuatu yang kami praktikkan dalam kehidupan sehari-hari."

Dia berpendapat bahwa menerima pandangan bahwa "praktik spiritual tradisional Afrika entah bagaimana terbelakang atau lebih primitif atau dunia ketiga" justru melanggengkan anggapan bahwa apa pun yang berasal dari Barat adalah yang terbaik.

Namun ada pula yang berpendapat bahwa ada perbedaan besar antara melakukan ritual untuk memengaruhi performa tim lawan atau hasil pertandingan, dengan berdoa untuk memohon berkah Tuhan.

'Tuhan adalah pusat'

Para pendukung dan tim sepak bola Afrika jauh lebih terbuka dalam merangkul agama Abrahamik seperti Kristen dan Islam, kata Mezahi.

Salah satu yel-yel yang umum dari penggemar Aljazair adalah permohonan kepada Allah untuk melindungi dan membantu tim mereka.

Dan "jika Anda mendengarkan negara-negara Afrika Barat, khususnya Ghana atau Nigeria, mereka memutar musik gospel di setiap pertandingan," kata Mezahi.

Penggemar sepak bola Ghana di Cardiff untuk pertandingan persahabatan melawan Wales pada Juni.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Penggemar Ghana menghadiri pertandingan persahabatan melawan Wales pada awal Juni lalu.

Menteri Olahraga Ghana, Kofi Iddie Adams, meminta sebuah jemaat dalam kebaktian gereja baru-baru ini untuk mendoakan tim nasional, yang dikenal dengan sebutan The Black Stars.

Asosiasi Sepak Bola Ghana (GFA) juga meminta doa dari dua kelompok agama terbesar di negara itu, Kristen dan Islam.

Sebuah kebaktian nasional Kristen diadakan di Accra, berisi doa untuk The Black Stars—menjelang peristiwa yang disebut GFA sebagai "panggung terbesar sepak bola".

Pemain timnas Spanyol, Lamine Yamal, berdoa sebelum menghadapi Mesir dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia 2026, pada Maret 2026.

Sumber gambar, Nurphoto via Getty Images

Keterangan gambar, Pemain timnas Spanyol, Lamine Yamal, berdoa sebelum menghadapi Mesir dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia 2026, pada Maret 2026.
Para pemain timnas U-20 Kolombia berdoa pada akhir pertandingan menghadapi Afrika Selatan pada 2025 lalu.

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Para pemain timnas U-20 Kolombia berdoa pada akhir pertandingan menghadapi Afrika Selatan pada 2025 lalu.

Imam nasional Ghana turut mendukung dengan menggelar salat khusus menjelang turnamen. Sang ulama "memohon bimbingan dan berkah ilahi bagi tim", kata GFA dalam sebuah pernyataan.

"Kami percaya bahwa Tuhan berada di pusat dari segala yang kami lakukan," kata Nathan Laryea, jurnalis yang berbasis di Accra.

Dia menjelaskan betapa pentingnya agama dalam budaya Ghana.

"Ya, upaya manusia [itu penting], tetapi ini adalah sentuhan khusus, berkah, penutup sempurna yang kami butuhkan untuk bisa memberikan hasil.

"Itulah mengapa berdoa dan memohon perlindungan serta bimbingan Tuhan itu penting."

Kaka memakai kaus bertuliskan "I belong to Jesus" pada perayaan kemenangan Piala Dunia 2002.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pemain Brasil, Kaka, membuat pernyataan tegas tentang agamanya dengan memakai kaus bertuliskan "I belong to Jesus" pada perayaan kemenangan Piala Dunia 2002.

Mungkin ada satu negara di mana agama dan sepak bola terjalin erat seperti di benua Afrika, kata Maher Mezahi.

"Salah satu manifestasi paling terbuka dari agama yang saya lihat saat masih kecil adalah kemenangan Brasil pada Piala Dunia 2002."

"Ada pemain bernama Kaka yang melepas kostumnya. Dia mengenakan kaus bertuliskan, 'I [belong to] Jesus'. Dan saya berpikir, 'Oh, itu menarik.' Saya tidak pernah membayangkan seseorang mengenakan kaus seperti itu di dalam sebelumnya."

Itu adalah, kata Mezahi, "sebuah pesan bagi dunia".

Begitu pula dengan pelepasan tim Brasil menuju turnamen tahun ini. Sebelum pesawat mereka lepas landas, pesawat itu "dibaptis" menggunakan mobil pemadam kebakaran saat berada di landasan.

Dalam tradisi penerbangan, pemberkatan simbolis ini biasanya dilakukan sebelum penerbangan perdana atau perjalanan penting.

Kali ini, para penggemar Brasil akan berharap hal itu dapat membantu mengubah rekor lima kali kemenangan Piala Dunia negara tersebut menjadi yang keenam.