Bom, kapal perang Nazi, dan tulang mamut terungkap akibat sungai-sungai mengering di Eropa

Sumber gambar, Reuters
- Penulis, Kaine Perry
- Peranan, BBC World Service
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 3 menit
Cuaca panas ekstrem dan kekeringan di seluruh Eropa telah mengungkap peninggalan bersejarah, mulai dari kapal perang Nazi hingga tulang mamut kuno.

Sumber gambar, Reuters
Permukaan air di Sungai Danube, yang mengalir melalui 19 negara, telah turun ke level terendah dalam 30 tahun terakhir.
Para ilmuwan menyalahkan suhu tinggi serta curah hujan yang rendah sebagai penyebabnya.


Sumber gambar, Reuters
Perubahan iklim menyebabkan peningkatan suhu di seluruh dunia, terutama di Eropa.
Menurut lembaga iklim Copernicus, benua ini mengalami pemanasan tercepat di dunia lantaran memanas dua kali lebih cepat daripada rata-rata global.
Hal ini menyebabkan peningkatan gelombang panas di musim panas dan kebakaran hutan yang lebih intens.
Permukaan air yang rendah telah menampakkan setidaknya 20 bangkai kapal Perang Dunia Kedua. Situasi ini berbahaya bagi kapal modern untuk melewatinya.

Sumber gambar, Reuters
Bahan peledak terungkap
Selain kapal perang, amunisi abad ke-20 juga telah ditemukan di negara-negara seperti Kroasia, Hongaria, dan Slovakia.

Sumber gambar, Polícia Slovenskej republiky
Banyak daerah telah dievakuasi karena tim penjinak bom menangani bom-bom yang belum meledak.
Di Prancis, kebakaran hutan di dekat Bordeaux telah mengungkap tumpukan 400 bom dan amunisi Perang Dunia II, menurut pihak berwenang setempat.
Senjata-senjata bersejarah tersebut, termasuk mortir serta peluru anti-tank, berasal dari Jerman dan Prancis.

Sumber gambar, AFP via Getty Images
Artefak kuno terungkap
Di Bulgaria, para ilmuwan meyakini telah menemukan tulang mamut purba di tepian berlumpur Sungai Danube.

Sumber gambar, Reuters
Di UK, bercak-bercak kering di rerumputan, telah mengungkap fondasi bekas biara abad pertengahan serta garis besar taman berornamen abad ke-17.

Sumber gambar, Reuters
Kami menggunakan AI untuk membantu menerjemahkan artikel ini, yang awalnya ditulis dalam bahasa Inggris. Jurnalis BBC memeriksa terjemahan tersebut sebelum diterbitkan. Selengkapnya tentang bagaimana kami menggunakan AI.






























