Piala Dunia 2026: Bagaimana cara menentukan negara yang lolos ke babak gugur?

    • Penulis, Chris Adams
    • Peranan, Jurnalis BBC Sport
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 5 menit

Saat para pesepak bola elite dunia mengerahkan segala upaya untuk lolos dari babak grup Piala Dunia 2026, para penggemar sepak bola di seluruh dunia juga bekerja keras untuk memahami siapa akan menghadapi siapa pada babak gugur.

Jumlah negara peserta yang diperbanyak menjadi 48 tim, aturan penentuan peringkat baru, serta tiga negara tuan rumah dengan empat zona waktu berbeda membuat bahkan penggemar sepak bola paling setia pun kesulitan mengikuti jadwal, apalagi penonton awam yang menyaksikan pertandingan sepak bola setiap empat tahun sekali.

Dengan 495 kemungkinan kombinasi pertandingan dan delapan tim peringkat ketiga yang akan lolos ke babak 32 besar, tidak mengherankan jika format baru ini sulit dipahami.

Lalu bagaimana sebuah tim lolos ke babak berikutnya dan bagaimana gambaran turnamen saat ini?

Siapa yang sudah lolos ke babak gugur?

Dalam satu pekan mendatang, babak grup Piala Dunia akan berakhir.

Dari 48 tim yang berpartisipasi, 16 akan tersingkir.

Adapun dua tim teratas di setiap 12 grup akan melaju ke babak 32 besar.

Saat ini, tiga dari 32 tiket tersebut telah dipegang oleh Jerman dan dua tuan rumah turnamen, Meksiko dan Amerika Serikat.

Tiga negara tersebut berhasil menang di dua laga sehingga mampu mengoleksi enam poin dan memimpin grup masing-masing.

Situasinya menjadi lebih rumit ketika dua hingga empat tim di dalam satu grup memiliki poin yang sama.

Apa penentu peringkat jika sebuah tim punya angka sama?

Sejak 1970, selisih gol menjadi penentu ketika dua hingga empat negara di dalam sebuah grup memiliki angka yang sama.

Kini, metode itu digantikan oleh hasil head to head atau pertemuan langsung.

Artinya, ketika tim A punya poin yang sama dengan tim B, peringkat tim A lebih tinggi di klasemen jika pernah mengalahkan tim B pada babak grup.

Sebagian orang mungkin keberatan, tetapi pendukung metode itu berpendapat bahwa pertemuan langsung lebih adil dibandingkan selisih gol, yang sering dipengaruhi oleh kemenangan besar melawan tim yang lebih lemah.

Baca juga:

Bagaimana jika beberapa tim di dalam satu grup punya poin yang sama?

Peringkat ditentukan berdasarkan poin yang diraih dalam pertandingan antarmereka, lalu selisih gol, diikuti jumlah gol yang dicetak.

Jika masih belum terpisah, kriteria berikutnya adalah selisih gol kemudian jumlah gol - untuk keseluruhan grup.

Masih imbang?

Skor Perilaku Tim (Team Conduct Score/TCS) dari FIFA akan digunakan.

Setiap negara memulai turnamen dengan angka nol. Poin akan dikurangi setiap kartu yang diterima pemain atau ofisial tim:

Kartu kuning -1

Kartu merah akibat dua kuning -3

Kartu merah langsung -4

Kuning lalu merah langsung -5

Semakin mendekati nol, semakin baik skornya.

Afrika Selatan, misalnya, memiliki TCS terburuk sejauh ini. Afsel mencatat -12 setelah menerima dua kartu merah langsung dan empat kartu kuning.

Jika semua faktor sudah dipakai dan kondisinya masih imbang, peringkat FIFA yang lebih tinggi pada bulan Juni akan menentukan.

Bagaimana dengan tim posisi ketiga?

Kriteria yang sama digunakan untuk menentukan peringkat tim posisi ketiga di grup masing-masing.

Peringkat ini penting karena dari 12 tim posisi ketiga, delapan di antara mereka akan lolos ke babak 32 besar.

Pada babak tersebut, empat juara grup akan menghadapi runner-up grup.

Delapan juara grup lainnya akan menghadapi salah satu di antara delapan tim peringkat ketiga,

Sisa runner-up akan saling berhadapan dengan runner-up lainnya.

Jadwal pertandingan yang telah ditetapkan FIFA mencantumkan lima kemungkinan dari delapan laga babak 32 besar yang melibatkan tim peringkat ketiga.

Tim peringkat ketiga terbaik dari opsi tersebut akan ditempatkan pada slot mereka sesuai urutan pertandingan sampai susunan lengkap terbentuk.

Sebagai contoh, juara Grup E akan bermain pada pertandingan nomor 74 melawan tim peringkat ketiga terbaik dari Grup A, B, C, D, dan F.

Dalam undian, terdapat 495 kemungkinan pertandingan.

Saat ini, siapa melawan siapa?

Pendukung yang lebih optimistis mungkin sudah mulai memetakan jalan tim mereka menuju pertandingan final di Stadion New York New Jersey pada 19 Juli.

Untuk saat ini, Inggris, yang memimpin Grup L, akan menghadapi Portugal, yang berada di posisi ketiga Grup K, di Atlanta pada 1 Juli.

Agar bisa mencapai final, tim asuhan Thomas Tuchel kemungkinan harus menghadapi Portugal, Spanyol, Prancis atau Brasil, dan Argentina.

Skotlandia dari Grup C, yang saat ini merupakan tim peringkat ketiga terbaik dari 12 tim akan menghadapi juara Grup E (kemungkinan Jerman) di Boston pada 29 Juni.

Skotlandia atau Jerman bisa menghadapi Belanda di babak 16 besar, Maroko berpeluang melangkah jauh lagi, sementara Amerika Serikat berpeluang setidaknya mencapai perempat final.

Jelas, perkiraan saat ini memiliki catatan besar bahwa banyak hal akan berubah dalam beberapa hari ke depan.

Gambaran tim peringkat ketiga tidak akan benar-benar jelas hingga pertandingan terakhir fase grup selesai pada 29 Juni.

Setiap poin, setiap gol, dan bahkan setiap kartu benar-benar berarti.