Berpacu dengan waktu melacak para awak dan penumpang kapal pesiar yang terdampak hantavirus

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Tom McArthur
- Waktu membaca: 6 menit
Berbagai negara berpacu dengan waktu dalam melacak puluhan orang yang turun dari kapal pesiar MV Hondius sebelum wabah hantavirus terdeteksi serta siapa pun yang telah melakukan kontak dekat dengan mereka setelahnya.
Enam kasus hantavirus kini telah dikonfirmasi setelah wabah merebak di kapal MV Hondius, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia. Dua kematian lainnya belum terkonfirmasi apakah mereka terjangkit virus tersebut.
WHO juga mengatakan wabah ini bukan awal dari pandemi seperti Covid, karena galur Andes dari hantavirus menyebar melalui "kontak dekat dan intim".
Namun, mengingat masa inkubasi penyakit ini bisa mencapai enam minggu, ada kemungkinan akan ada lebih banyak kasus yang dilaporkan, kata WHO.

Perusahaan kapal pesiar mewah Oceanwide Expeditions selaku operator MV Hondius menyatakan, terdapat 178 penumpang dan awak dari 28 negara menaiki kapal tersebut. Sebanyak 32 tamu turun di Pulau St Helena pada 24 April.
Kapal tersebut memulai perjalanannya pada 1 April di Ushuaia, Argentina, dan diperkirakan tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada 10 Mei.
Oceanwide Expeditions menerbitkan daftar rinci waktu awak dan tamu turun dari kapal di berbagai pelabuhan singgah.
Hantavirus biasanya menyebar dari hewan pengerat, dengan manusia terinfeksi melalui menghirup udara yang terkontaminasi partikel virus dari urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat.
Kasus penularan antarmanusia jarang terjadi, tapi nyatanya galur Andes dari virus tersebut berada di balik wabah tersebut.
Ini adalah penularan virus pertama yang diketahui terjadi di dalam kapal, kata WHO pada Kamis (07/05).

WHO berkomunikasi dengan para pejabat dari sedikitnya 12 negara dalam memantau warga mereka yang berada di dalam kapal tersebut atau yang telah kembali ke negara asal.
Negara-negara tersebut mencakup Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.
Seorang pakar mengatakan kepada BBC bahwa respons terhadap wabah ini "sangat kacau dan tidak terkoordinasi", namun risiko umum bagi publik rendah.
Berikut ini yang kami ketahui tentang negara-negara yang terdampak sejauh ini:
UK
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Tiga warga negara UK diduga terinfeksi hantavirus.
Tujuh warga UK turun dari MV Hondius di St Helena pada 24 April sebelum kasus hantavirus pertama dikonfirmasi pada 4 Mei. Sebanyak empat orang tetap berada di dalam kapal.
Satu pasien, yang merupakan awak kapal, berada di Pulau Tristan da Cunha, tempat kapal singgah pada 13 April.
Baca juga:
Dua pria UK lainnya terkonfirmasi mengidap virus.
Salah satunya adalah Martin Anstee, seorang pensiunan perwira polisi berusia 56 tahun, yang berada dalam kondisi stabil di Belanda setelah dievakuasi dari kapal pada Rabu (06/05).
Sementara yang lainnya masih dirawat di unit perawatan intensif setelah diterbangkan ke Afrika Selatan. Mereka tidak memperlihatkan gejala.
Baca juga:
Sejumlah tenaga medis akan dikirim ke pulau-pulau tersebut untuk memberikan dukungan.
Dua warga negara UK lainnya telah melakukan isolasi mandiri di rumah di UK setelah potensi terpapar. Mereka melakukannya secara sukarela dan tidak memiliki gejala apa pun.
Saat ini, tiga awak kapal dan 19 penumpang kapal berasal dari UK.
Amerika Serikat
Badan kesehatan di lima negara bagian AS mengatakan sedang memantau orang-orang yang berada di kapal tersebut: masing-masing dua orang di Georgia dan Texas, masing-masing satu orang di Arizona dan Virginia, serta jumlah yang belum diketahui di California, menurut mitra BBC di AS, CBS News.
Tidak ada satu pun dari individu tersebut yang menunjukkan gejala, kata Departemen Kesehatan AS.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengklasifikasikan wabah hantavirus ini sebagai respons darurat "tingkat 3", level terendahnya.
Terdapat 17 penumpang asal AS di dalam kapal tersebut.
Argentina
Sebelum menaiki kapal pesiar pada 1 April, sepasang suami istri penumpang kapal asal Belanda mengamati burung-burung di Argentina, Chile, dan Uruguay.
Mereka mengunjungi lokasi-lokasi tempat spesies tikus yang diketahui membawa galur Andes berada, menurut WHO.

Sumber wabah belum dikonfirmasi, namun pemerintah Argentina sedang menyelidiki apakah penumpang bermula di negara tersebut.
Satu penumpang asal Argentina masih berada di atas kapal.
Tanjung Verde
MV Hondius tidak diizinkan berlabuh di Tanjung Verde, kepulauan sebelah barat Benua Afrika.
Kapal itu berada di lepas pantai selama beberapa hari sebelum berlayar menuju Kepulauan Canary pada Rabu (06/05).
Prancis
Kementerian Kesehatan Prancis mengatakan telah mengidentifikasi delapan warga Prancis yang berkontak dengan perempuan Belanda yang meninggal akibat hantavirus dalam penerbangan dari Saint Helena ke Johannesburg.
Salah satu dari mereka menunjukkan gejala ringan dan pengujian masih menunggu hasil, kata kementerian tersebut pada Kamis (07/05).
Warga Prancis lainnya ditawari langkah-langkah isolasi dan pengujian, menurut kementerian.
Lima warga Prancis, yang merupakan penumpang MV Hondius, masih berada di dalam kapal.
Jerman
Salah satu perempuan yang meninggal adalah penumpang asal Jerman.
Menurut WHO, perempuan tersebut awalnya mengalami demam pada 28 April dan kemudian menunjukkan gejala pneumonia.
Lima tamu asal Jerman dan satu awak asal Jerman masih berada di dalam kapal.
Belanda
Sebanyak 13 orang di kapal tersebut adalah warga Belanda, termasuk delapan penumpang dan lima awak.
Dari tiga orang yang meninggal sejauh ini, dua di antara mereka adalah pasangan suami istri warga Belanda.
Sang istri dinyatakan positif hantavirus dan meninggal di Afrika Selatan.
Seorang perempuan Belanda lainnya dirawat di rumah sakit di Amsterdam setelah menunjukkan kemungkinan gejalahantavirus, kata kementerian kesehatan negara itu pada Kamis (07/05).
Media Belanda RTL melaporkan perempuan tersebut adalah pramugari maskapai Belanda KLM, yang pernah melakukan kontak dengan perempuan yang meninggal akibat hantavirus di Johannesburg.
Namun pada Jumat (08/05), seorang pejabat WHO mengatakan kepada CBS News bahwa hasil tesnya negatif terhadap virus tersebut.
Filipina
Terdapat 38 orang dari Filipina yang menjadi awak kapal MV Hondius.
Saat ini tidak ada kasus hantavirus yang tercatat di negara tersebut. Para pejabat menegaskan risikonya tetap "sangat rendah".
Spanyol
MV Hondius diperkirakan akan berlabuh di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, pada Sabtu (09/05) waktu setempat.
Pemerintah Spanyol menyetujui langkah tersebut, tetapi kepala pemerintahan Kepulauan Canary menentang rencana itu.
"Saya tidak bisa mengizinkan [kapal] itu memasuki Kepulauan Canary," kata Fernando Clavijo kepada radio Onda Cero, Spanyol.
"Keputusan ini tidak didasarkan pada kriteria teknis apa pun dan kami juga tidak diberi informasi yang cukup."
Setelah berada di Tenerife, semua warga non-Spanyol akan dipulangkan ke negara masing-masing jika mereka masih sehat. Adapun 13 penumpang asal Spanyol dan satu anggota awak asal Spanyol akan dikarantina di rumah sakit militer di Madrid.
Warga di Tenerife mengatakan kepada BBC bahwa mereka khawatir dengan kedatangan kapal tersebut dan bahwa penduduk "bisa menghadapi masalah di pulau ini".
"Saya tidak pikir ini ide yang baik... tetapi orang-orang memang membutuhkan bantuan," kata salah seorang warga.
Di daratan utama Spanyol, satu dugaan kasus hantavirus terdeteksi di Alicante.
Kasus itu melibatkan seorang perempuan yang merupakan penumpang pada penerbangan yang sama dengan pasien yang meninggal di Johannesburg setelah tertular virus tersebut di kapal pesiar, kata Menteri Kesehatan Spanyol Javier Padilla pada Jumat (08/05).
Swiss
Seorang pria Swiss yang turun dari kapal pesiar di Saint Helena dinyatakan positif terinfeksi galur Andes dari hantavirus, menurut pejabat kesehatan Swiss dan WHO.
Pria tersebut mengalami gejala dan menjalani pengujian di Zurich, tempat ia menerima perawatan, kata para pejabat pada Rabu (06/05).
Negara-negara lain
Awak kapal yang berada di atas kapal mencakup lima warga Ukraina, satu warga Rusia, satu warga Portugal, satu warga Polandia, satu warga Montenegro, dua warga India, dan satu warga Guatemala.
Adapun para tamu mencakup empat warga Australia, dua warga Belgia, empat warga Kanada, satu warga Yunani, dua warga Irlandia, satu warga Italia, satu warga Jepang, satu warga Selandia Baru, dan tiga warga Turki.































