Inggris vs Meksiko: 'Tim asuhan Thomas Tuchel tidak takut berlaga di Stadion Azteca yang angker'

Sumber gambar, FIFA via Getty Images
- Penulis, BBC Sport
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 6 menit
Tim nasional Inggris akan berhadapan dengan tuan rumah Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca pada Senin (06/07) pukul 07.00 WIB.
Berikut sejumlah hal yang perlu Anda ketahui menjelang laga tersebut.
Apa yang bisa diharapkan dari Meksiko?
Sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026, Meksiko tampil mengesankan sejauh ini. Mereka memenangkan tiga pertandingan melawan Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Republik Ceko di Grup A.
Mereka kemudian mencatat kemenangan meyakinkan 2-0 atas Ekuador di babak 32 besar untuk memastikan laga 16 besar melawan Inggris.
Dalam empat pertandingan tersebut, Meksiko mencetak delapan gol dan tidak pernah kebobolan.
Stadion Azteca juga terkenal "angker".
Saat berlaga di Stadion Azteca, Meksiko mencatat 70 kemenangan dari 89 pertandingan kompetisi, dengan 17 kali imbang dan hanya dua kekalahan.
Terakhir kali Meksiko kalah di stadion tersebut terjadi pada November 2024 lalu, ketika Meksiko menelan kekalahan 2-0 dari Honduras pada pertandingan putaran pertama perempat final Concacaf Nations League.
Mereka juga tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan Piala Dunia yang dimainkan di sana.

Sumber gambar, Getty Images
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Meksiko berada di peringkat kesembilan dunia versi FIFA.
Mereka menampilkan permainan berintensitas tinggi dan penuh energi pada babak pertama melawan Ekuador di babak 32 besar, unggul dua gol hanya dalam waktu setengah jam melawan tim yang tidak pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam satu pertandingan selama lebih dari dua tahun.
Timnas Meksiko bekerja tanpa lelah untuk merebut kembali penguasaan bola dengan cepat dan menunjukkan soliditas pertahanan mereka dalam hasil imbang pada Maret melawan Portugal dan Belgia.
Johan Vasquez dan Cesar Montes saling melengkapi dengan efektif di jantung pertahanan, menjadikan Meksiko lawan yang sulit ditembus.
Meski telah mencetak delapan gol di Piala Dunia ini melawan lawan yang relatif terbatas, Meksiko sering kesulitan menemukan kelancaran dalam menyerang di bawah Javier Aguirre.
Jika Inggris mampu menutup jalur umpan tuan rumah dan mengganggu pola serangan mereka yang biasa, Meksiko mungkin akan kehabisan ide.
Faktor ketinggian
Bermain di Stadion Azteca tidak akan mudah.
Ini akan menjadi pertandingan pertama Inggris di stadion tersebut sejak kekalahan kontroversial mereka dari Argentina di perempat final Piala Dunia 1986.
Baca juga:
Azteca berada pada ketinggian lebih dari 2.240 meter di atas permukaan laut. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan sesak napas, peningkatan detak jantung, dan kelelahan bagi para pemain yang tidak terbiasa.
Pada ketinggian itu, tekanan barometrik bumi lebih rendah, membuat udara lebih tipis dan berarti lebih sedikit oksigen yang masuk ke aliran darah setiap kali bernapas.
Bahkan bagi pesepakbola profesional, hal itu dapat memberikan dampak yang signifikan—peningkatan detak jantung, sesak napas, dehidrasi, serta kelelahan yang lebih cepat.

Sumber gambar, Getty Images
Tidak banyak pemain Inggris yang pernah bermain di Azteca sejak 1986.
Mereka yang pernah bermain di sana menegaskan dampaknya sangat besar.
"Itu adalah tempat paling menuntut secara fisik yang pernah saya alami untuk bermain sepak bola," kata mantan gelandang West Ham, Nigel Reo-Coker, yang bermain di final Liga Champions Concacaf di Stadion Azteca untuk Montreal Impact pada 2015.
"Datang dari Eropa dan bermain di ketinggian seperti itu sangat sulit.
"Saya tidak bisa menarik napas dengan baik. Selama 45 hingga 55 menit pertama, Saya benar-benar hanya berusaha untuk tetap bisa bernapas.
"Ini soal kecerdasan bermain sepak bola. Saya benar-benar harus memilih momen dengan cermat ketika mengerahkan tenaga."
Pemain Meksiko mana yang perlu diperhatikan?
Raul Jimenez, 35 tahun, biasanya tampil saat Meksiko paling membutuhkannya—seperti yang ia lakukan pada final Gold Cup tahun lalu melawan Amerika Serikat, ketika ia mencetak gol penyama kedudukan dalam kemenangan 2-1.
Pemain Wolverhampton ini gagal mencetak gol pada tiga Piala Dunia sebelumnya, tetapi telah mengoleksi dua gol sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Sumber gambar, Getty Images
El Tri—julukan timnas Meksiko—merupakan tim dengan postur pemain terkecil keempat di turnamen ini, tetapi Cesar Montes, 29 tahun, amat dominan di kotak penalti.
Bek setinggi 1,91 meter itu, yang mencetak tiga gol pada Gold Cup tahun lalu, bergabung dengan Lokomotiv Moscow pada 2024 setelah masa 18 bulan yang tidak sukses di liga Spanyol.

Sumber gambar, EPA via Shutterstock
Julian Quinones, peraih Sepatu Emas Liga Pro Saudi musim lalu, tampil menonjol di sayap kiri. Dia bisa menimbulkan masalah bagi posisi bek kanan Inggris di Stadion Azteca.
Pemain berusia 29 tahun itu telah mencetak tiga gol dan satu assist di Piala Dunia 2026—termasuk pada laga pembuka turnamen melawan Afrika Selatan, saat menghadapi Republik Ceko, dan di babak 32 besar melawan Ekuador.
Sebelum Piala Dunia 2026, tidak ada pemain Meksiko yang terlibat dalam lebih banyak gol dalam satu penyelenggaraan Piala Dunia sejak 1966.
Baca juga:
Quinones memperkuat Al-Qadsiah di Liga Pro Saudi.
Dia telah mencetak 62 gol dalam 68 pertandingan di semua kompetisi Liga Saudi— dan musim lalu meraih Sepatu Emas liga—empat gol lebih banyak dibanding legenda Portugal, Cristiano Ronaldo.

Sumber gambar, Getty Images
Meksiko tidak memiliki banyak bintang besar sehingga harapan tertuju pada gelandang kreatif Tijuana, Gilberto Mora, untuk berkembang menjadi sosok andalan yang mereka cari.
Pemain berusia 17 tahun itu adalah pemain termuda dalam sejarah Piala Dunia Meksiko, dan juga pemain termuda dari negara mana pun yang menjadi pemain utama dalam pertandingan babak gugur sejak legenda Brasil, Pele, pada Piala Dunia 1958.
'Inggris tidak akan takut pada Meksiko maupun Stadion Azteca'
Alan Shearer
Kolumnis BBC Sport
Saya banyak mendengar diskusi mengenai kondisi sulit yang akan dihadapi para pemain Inggris di Stadion Azteca. Namun, saya berpikir para pemain tidak akan takut.
Alih-alih merasa takut terhadap berbagai tantangan yang akan mereka hadapi, mereka hanya akan berpikir, "ayo hadapi saja".
Saya tahu saya akan berpikir seperti itu.
Meski saya memperkirakan Inggris akan menang, pelatih Thomas Tuchel masih harus membuat beberapa keputusan terkait timnya.
Siapa pun yang bermain di posisi bek kanan harus menghadapi Julian Quinones, yang merupakan salah satu ancaman utama Meksiko dengan tiga gol di Piala Dunia ini.
Tuchel mungkin mendapatkan stabilitas pertahanan yang lebih baik jika memainkan Djed Spence, tetapi dengan melakukan itu Inggris kemungkinan akan sedikit kehilangan daya serang.
Itu adalah area yang perlu diperhatikan, siapa pun yang dimainkan.
Hal yang sama berlaku di sayap, di mana ia terus melakukan pergantian pemain.
Di sisi kiri, saya merasa Anthony Gordon telah melakukan cukup banyak saat masuk sebagai pemain pengganti melawan RD Kongo. Dia layak menjadi pemain skuad utama kali ini. Tetapi saya kurang yakin apakah Noni Madueke atau Bukayo Saka yang akan dipilih di sisi kanan.
Namun, ada satu area yang tidak akan saya ubah, yaitu lini tengah.
Saya bahkan tidak akan mempertimbangkan memainkan Declan Rice sebagai bek kanan, posisi yang ia isi pada akhir laga melawan Kongo. Sebab, bersama Elliot Anderson dan Jude Bellingham, Rice memberikan keseimbangan yang sangat baik di lini tengah.
Tim apa pun yang dipilih Tuchel, Inggris harus memulai pertandingan jauh lebih cepat dibanding saat menghadapi RD Kongo.
Jika kami kembali memulai dengan lambat dan tertinggal satu gol, Inggris akan sangat kesulitan untuk bangkit.
































