Brasil vs Norwegia: Lima pilihan taktik Ancelotti menghadapi Norwegia

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Iara Diniz
- Peranan, Dari São Paulo untuk BBC News Brasil
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 7 menit
Perjalanan Carlo Ancelotti bersama tim nasional Brasil ditandai oleh berbagai penyesuaian: negara baru, skuad baru, dan yang terjadi baru-baru ini, cedera.
Setelah kehilangan bek kanan Wesley bahkan sebelum berangkat ke Piala Dunia 2026 dan penyerang Raphinha—yang masih dalam pemulihan—saat fase grup, pelatih itu kini menghadapi masalah baru setelah Lucas Paquetá mengalami cedera dalam kemenangan atas Jepang.
Akibat absennya gelandang tersebut, Ancelotti tidak akan bisa mengulang susunan pemain utama dari pertandingan terakhir saat menghadapi Norwegia di babak 16 besar, pada Minggu (05/07) atau Senin (06/07) pukul 02.00 WIB. Dia harus menemukan alternatif untuk lini tengah.
Pengamat olahraga yang diwawancarai BBC News Brasil mengatakan bahwa langkah paling alami adalah mempertahankan taktik yang digunakan pada pertandingan terakhir saat melawan Jepang.
Dalam skenario ini, pengganti yang paling difavoritkan adalah Danilo Santos.
Gelandang bertahan Botafogo itu sudah diuji saat melawan Skotlandia dan memiliki karakteristik yang mirip dengan Paquetá, terutama dalam menempati ruang dan menjaga keseimbangan antara bertahan serta membangun serangan.
Namun Gabriel Martinelli—pencetak gol yang memastikan Brasil lolos ke babak 16 besar—juga muncul sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi tersebut.
Masuknya Martinelli akan membuat tim nasional Brasil bermain lebih menyerang, dengan bentuk permainan yang berbeda di lini serang.
Alternatif lain termasuk Endrick, Éderson, dan bahkan Neymar, meskipun dianggap kurang mungkin karena memerlukan perubahan yang lebih mendalam pada struktur tim.
Pilihan tersebut akan bergantung pada strategi Ancelotti untuk lini tengah dan sejauh mana ia bersedia mengubah formasi yang digunakan melawan Jepang untuk menghadapi Norwegia, yang mengandalkan kekuatan fisik, bola-bola udara, dan ketajaman Erling Haaland.
Pelatih asal Italia itu diduga akan mempertahankan kerangka utama tim saat melawan Jepang, dengan susunan pemain yang terdiri dari Alisson, Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhães, Douglas Santos, Casemiro, Bruno Guimarães, Rayan, Matheus Cunha, dan Vinicius Júnior.
Berikut adalah lima taktik utama untuk menggantikan Lucas Paquetá dan kelebihan masing-masing.
Skenario 1 - Danilo Santos

Sumber gambar, Getty Images
Jika Ancelotti memilih mempertahankan skema 4-3-3 yang digunakan dalam beberapa pertandingan terakhir dan tidak mengubah struktur tim, Danilo Santos adalah pengganti paling jelas karena menukar satu gelandang dengan gelandang lainnya.
Dengan karakter yang lebih defensif, pemain Botafogo itu akan memberikan perlindungan lebih besar bagi lini tengah dan memungkinkan Bruno Guimarães punya lebih banyak kebebasan untuk berpartisipasi dalam membangun serangan.
Menurut Renata Mendonça, komentator SporTV, keunggulan utama Danilo adalah menjaga keseimbangan lini tengah.
"Dia memiliki umpan yang sangat baik, masuk ke kotak penalti dengan sangat baik, dan juga banyak membantu saat tim tidak menguasai bola."
Celso Unzelte, komentator ESPN, juga melihat Danilo sebagai favorit.
"Jika berpikir seperti Ancelotti, saya yakin ia akan memainkan Danilo, yang merupakan pilihan paling jelas dan aman baginya sebagai pelatih. Ia adalah pelapis langsung Paquetá dan akan menimbulkan lebih sedikit persoalan."
Skenario 2 - Gabriel Martinelli

Sumber gambar, Getty Images
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Untuk memainkan Martinelli sebagai pemain utama, Ancelotti perlu mengubah struktur tim.
Kemungkinan besar ia akan mengorbankan seorang gelandang murni untuk bermain dengan empat pemain berkarakter ofensif, dalam formasi yang mendekati 4-2-4.
Menurut sejumlah pandit, perubahan ini akan memberi Brasil lebih banyak kecepatan dan mobilitas dalam serangan, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap upaya Norwegia membangun serangan dari lini belakang.
"Martinelli memiliki intensitas yang sangat tinggi, banyak menekan lawan tanpa bola dan memiliki karakteristik penting lainnya dalam menyerang: ia mampu melewati lawan dan menyerang langsung," kata Renata Mendonça.
Menurut Celso Unzelte, meskipun bukan pilihan yang paling mungkin, Martinelli akan menjadi pilihan yang baik untuk pertandingan ini.
Selain karakteristik yang ia tawarkan kepada tim, penyerang Arsenal itu sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah mencetak gol melawan Jepang.
"Itu mengubah suasana dan kepercayaan diri tim," ujarnya.
Komentator SporTV, Paulo Cesar Vasconcellos, juga melihat keuntungan dari mengganti Paquetá dengan penyerang tersebut.
Menurutnya, kehadiran Martinelli akan menguntungkan pemain lain: Vini Jr.
"Martinelli adalah pemain yang dapat bermain lebih ke tengah dan dengan demikian memudahkan tugas Vinicius Júnior. Pada saat yang sama, ia menciptakan pergerakan di sisi kiri. Ketika Martinelli melebar ke sana, Vinicius dapat menyerang dari tengah."
Skenario 3 - Endrick

Sumber gambar, Getty Images
Endrick menjadi pilihan Carlo Ancelotti untuk masuk ke lapangan ketika Lucas Paquetá mengalami cedera dalam kemenangan atas Jepang.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, pelatih tersebut tidak menutup kemungkinan untuk kembali menggunakan formasi yang dipakai pada saat itu.
Namun, para pandit yang diwawancarai BBC News Brasil menilai bahwa konteks pertandingan melawan Norwegia berbeda sehingga kembali memainkan Endrick menjadi kurang mungkin.
"Melawan Jepang, ia adalah pilihan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan tim saat itu," kata Celso Unzelte.
"Bagi saya, Endrick merupakan opsi untuk babak kedua, dalam kemungkinan perubahan strategi, tergantung bagaimana pertandingan berkembang. Jika Brasil membutuhkan lebih banyak pemain di area penalti, seperti yang terjadi saat melawan Jepang," tambah Renata Mendonça.
Jika memilih menurunkan Endrick sebagai pemain utama—sesuatu yang belum terjadi dalam turnamen ini—Ancelotti juga perlu menyesuaikan struktur tim.
Karena pemain Lyon itu beroperasi sebagai penyerang tengah, Matheus Cunha akan ditarik lebih ke belakang untuk menjalankan peran seperti seorang gelandang.
Skenario 4 - Neymar

Sumber gambar, Getty Images
Pilihan lain, tetapi dianggap "jauh kemungkinannya" oleh para pandit karena kondisi fisiknya, adalah Neymar.
Pemain bernomor punggung 10 itu mengalami cedera betis pada Mei tahun ini dalam pertandingan Santos melawan Coritiba.
Karena itu, ia absen dalam laga persahabatan Brasil dan dua pertandingan pertama pada Piala Dunia ini.
Melawan Skotlandia, Neymar bermain selama 14 menit, tetapi tidak tampil melawan Jepang.
Dalam wawancara dengan Folha de S. Paulo pada Jumat (03/07), Ancelotti mengatakan bahwa Neymar siap bermain selama 90 menit dan bahwa ia akan menurunkannya "ketika saya merasa tim membutuhkannya".
Jika Neymar menjadi pilihan pelatih Italia itu untuk menggantikan Paquetá, ia akan dimainkan dalam peran yang lebih sentral, juga dalam skema 4-3-3.
"Saya tidak berpikir Neymar cukup siap untuk menjadi starter. Jadi saya tidak meyakini dia akan menjadi pilihan Ancelotti," kata Unzelte.
Skenario 5 - Éderson

Sumber gambar, Getty Images
Jika pilihannya adalah lini tengah yang lebih kuat secara fisik sambil tetap mempertahankan skema 4-3-3, Éderson bisa menjadi opsi.
Namun, para pakar menilai dia sedikit tertinggal dalam persaingan menggantikan Paquetá dan akan menjadi pilihan yang "lebih defensif".
"Saya tidak melihat Éderson dalam persaingan ini. Saat ini saya justru melihatnya sebagai alternatif bagi Danilo di sisi kanan. Saya pikir opsi di lini tengah mengarah kepada Danilo Santos dan Martinelli, tergantung bagaimana jalannya pertandingan," kata PC Vasconcellos.
Apa pilihan terbaik melawan Norwegia?
Menurut para komentator yang diwawancarai BBC News Brasil, keputusan Carlo Ancelotti tidak hanya bergantung pada karakteristik para kandidat pengganti Lucas Paquetá, tetapi juga pada strategi yang akan digunakan untuk menghadapi Norwegia.
Tantangan utama adalah meredam Erling Haaland, pencetak gol terbanyak Norwegia dan andalan dalam serangan.
Penyerang tersebut mendapat dukungan dari gelandang Martin Ødegaard, yang bertugas mengatur permainan dan memberikan umpan kepada pemilik kostum nomor punggung 9 itu.
Selain itu, tim nasional Norwegia memiliki kekuatan dalam aspek fisik dan bola-bola udara, faktor-faktor yang mungkin menuntut Brasil bermain lebih seimbang dalam bertahan.
Dalam konteks ini, bahkan tinggi badan para kandidat dapat menjadi pertimbangan.
"Paquetá memiliki tinggi 1,80 meter, Danilo dan Martinelli hampir sama, sementara Endrick 1,73 meter. Kehilangan tinggi badan ini juga perlu dipertimbangkan," kata Renata Mendonça, yang meyakini Danilo adalah opsi terbaik untuk mengisi posisi tersebut.
"Saya pikir untuk memulai pertandingan, lebih baik mempertahankan struktur yang sudah terbiasa digunakan Brasil, dengan tiga gelandang yang mampu menekan tinggi tetapi juga cepat kembali bertahan karena Norwegia adalah tim yang kuat dan cepat dalam transisi."
"Kemungkinan besar Norwegia akan bertahan sangat rapat, dan karena itu sangat penting memiliki pemain lini tengah yang dinamis dan mampu menemukan celah umpan dalam ruang yang sangat sempit. Saya pikir Danilo cocok untuk itu."
Di sisi lain, penilaiannya adalah Brasil dapat memperoleh keuntungan dengan mengandalkan pergerakan lini serang dan aksi individu Vinicius Jr.
"Itulah sebabnya saya akan memainkan Martinelli, yang merupakan satu pemain tambahan untuk membongkar pertahanan mereka," kata Celso Unzelte.
Paulo Cesar Vasconcellos juga memilih Martinelli sebagai alternatif terbaik menghadapi karakteristik permainan Norwegia.
"Norwegia adalah tim yang dapat dipecah oleh pertukaran umpan cepat yang, sampai tingkat tertentu, akan mengguncang sistem pertahanan mereka. Karena itu, saya pikir—meskipun tidak bisa memastikan—Ancelotti mungkin memilih Martinelli," kata PC Vasconcellos.





























