Pendukung Jepang yang bersih-bersih stadion usai pertandingan Piala Dunia dikritik para perempuan – 'Lakukan juga dalam rumah tanggamu!'

Dua penggemar sepak bola Jepang berencana membersihkan stadion Piala Dunia dan memasukkan sampah mereka ke dalam kantong sampah.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Laki-laki Jepang menempati peringkat terendah di antara negara-negara maju dalam hal waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan rumah tangga.
    • Penulis, Koh Ewe
    • Penulis, Kurumi Mori
    • Peranan, Japan correspondent
    • Melaporkan dari, Tokyo
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 3 menit

Selama bertahun-tahun, para pendukung tim nasional sepak bola Jepang mendapat pujian karena selalu membersihkan stadion usai kesebelasan mereka berlaga di Piala Dunia. Namun, kali ini, mereka justru mendapat kecaman dari sebagian warga Jepang.

Usai laga pertama Jepang di Piala Dunia 2026, berbagai foto yang berseliweran menunjukkan para penggemar tim Samurai Biru menyisir tribun bangku stadion sambil membawa kantong sampah.

Menanggapi foto-foto tersebut, sebagian kalangan merasakan adanya standar ganda. Mereka merasa bahwa laki-laki Jepang terlihat bersih-bersih di depan umum, tapi meninggalkan beban kebersihan di rumah kepada istri mereka.

Sebuah survei pemerintah tahun 2021 menemukan, di rumah tangga dengan dua penghasilan dan anak-anak di bawah usia enam tahun, perempuan menghabiskan lebih dari tujuh jam sehari untuk pekerjaan rumah tangga, sedangkan laki-laki menghabiskan kurang dari dua jam.

Sebuah poster berbahasa Jepang kemudian viral. Poster itu berisi pesan yang membandingkan seorang laki-laki Jepang yang memungut sampah di stadion dengan laki-laki yang sama yang terlihat tengah berbaring di sofa di dalam rumahnya.

Pada visual kedua, laki-laki itu tampak sedang memainkan ponsel di dekat istrinya yang tengah mencuci piring.

Laki-laki di Jepang harus lebih banyak membantu di rumah, demikian bunyi teks poster tersebut.

"Waktu yang mereka habiskan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga termasuk yang terpendek di dunia," bunyi pesan tersebut.

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Baca juga:

Unggahan poster itu itu telah disukai 60.000 kali di X.

"Semua orang ingin menyelamatkan dunia, tapi tidak ada yang mau membantu ibu mencuci piring," komentar seorang pengguna X, merujuk pada kutipan dari penulis asal Amerika Serikat, PJ O'Rourke.

"Mungkin ada seorang laki-laki di antara orang-orang yang memungut sampah ini, yang memiliki anak kecil di rumah dan meninggalkan istrinya untuk mengasuh mereka demi menonton Piala Dunia," tulis yang lain.

Kebersihan dan membersihkan diri di tempat umum sangat tertanam dalam budaya Jepang.

Namun, dalam hal waktu yang dihabiskan untuk pekerjaan rumah tangga, laki-laki Jepang menempati peringkat terendah di antara "negara-negara dengan ekonomi maju".

Menurut data Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada tahun 2021, perempuan di Jepang menghabiskan lebih dari tiga jam per hari untuk pekerjaan yang tidak dibayar. Ini lebih dari lima kali lipat dari laki-laki, yang menghabiskan 47 menit dalam sehari.

Para penggemar Jepang bereaksi di tribun selama pertandingan Grup F Piala Dunia FIFA 2026 antara Belanda dan Jepang di Stadion Dallas.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kantong biru yang sama yang dilambaikan para penggemar untuk mendukung tim mereka kemudian digunakan untuk merapikan.

Beberapa pengguna media sosial juga mempermasalahkan apa yang mereka anggap sebagai kemunafikan dalam memungut sampah di luar negeri. Padahal, menurut mereka, ruang publik di Jepang sering dipenuhi sampah setelah acara besar.

Namun, seiring dengan perdebatan tentang pembagian pekerjaan rumah tangga yang terus berlanjut, banyak yang berpendapat bahwa kegiatan bersih-bersih stadion yang menjadi ciri khas penggemar Jepang harus didorong, bukan dikritik.

"Di mana rasa malunya?" tulis seorang pengguna X. "Itu jauh lebih baik daripada laporan yang mengatakan 'orang Jepang membuang sampah sembarangan di luar negeri."

Kegiatan bersih-bersih semacam itu tampaknya juga memengaruhi pendukung peserta Piala Dunia 2026 dari negara lain.

Sebuah video media sosial baru-baru ini menunjukkan penggemar Portugal juga mengumpulkan sampah dari tribun dengan kantong plastik besar. Banyak pengguna media sosial menganggap Jepang sebagai pelopor tren ini.