Siapa Abdul El-Sayed, politikus Muslim sayap kiri yang menangkan pemilihan calon anggota senat AS dan mengguncang Partai Demokrat?

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Ana Faguy
- Peranan, BBC News
- Penulis, Rafael Abuchaibe
- Peranan, BBC News Mundo
- Penulis, Anthony Zurcher
- Peranan, Corresponsal para Norte América, BBC News
- Telah diterbitkan
- Waktu membaca: 5 menit
Abdul El-Sayed, yang berumur 41 tahun, merupakan putra seorang imigran asal Mesir. Dia mewakili apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai faksi sayap kiri Partai Demokrat.
Sebelum pemilihan pendahuluan Senat, dia menyatakan dukungan terhadap berbagai isu, antara lain penguatan sistem kesehatan publik dan pembubaran Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE).
El-Sayed juga menyerukan penghentian bantuan militer AS kepada Israel tanpa syarat. Dia mendapat dukungan dari para "sosialis demokrat" terkenal, seperti senator asal Vermont, Bernie Sanders dan anggota Kongres dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez.
El-Sayed berhasil mengalahkan anggota kongres dari Partai Demokrat yang dianggap moderat, Haley Stevens. Dia menang dengan selisih tipis dalam pemilihan pendahuluan, menurut proyeksi CBS News, mitra BBC di AS.
Dalam pemilihan itu Stevens bukan cuma mendapat dukungan dari pimpinan Partai Demokrat, tapi komunitas American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) yang mengucurkan dana hampir US$32 juta (sekitar Rp572 miliar) untuk kampanyenya.
Kini El-Sayed akan menghadapi kandidat senator dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan sela, November mendatang.
Pencalonan El-Sayed menjadi senator akan menjadi ujian bagi sayap kiri Partai Demokrat. Sebagai catatan, tidak pernah ada anggota Partai Republik yang terpilih menjadi anggota Senat di Michigan sejak tahun 1994.
Jika memenangkan pemilihan tersebut, El-Sayed juga akan menjadi senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat.
Pendekatan baru
Meskipun bukan anggota dari Democratic Socialists of the USA, El-Sayed mendapat dukungan dari beberapa anggota paling terkenal di kelompok tersebut. Dia mengadopsi beberapa gagasan kelompok itu selama masa kampanye.
"Uang keluar dari politik. Uang masuk ke kantong Anda. Layanan kesehatan universal," adalah slogan kampanye El-Sayed. Kalimat itu juga dia unggah di media sosialnya setelah hasil pemilihan pendahuluan diumumkan.

Sumber gambar, Getty Images
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
El-Sayed berprofesi sebagai dokter. Dia lulus strata dua dari Universitas Columbia lalu meraih gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat (epidemiologi) dari Universitas Oxford.
El-Sayed pernah menjabat sebagai direktur Departemen Kesehatan, Layanan Kemanusiaan, dan Urusan Veteran di Wayne County dan juga direktur kesehatan masyarakat Kota Detroit.
Salah satu aspek yang dianggap paling kontroversial oleh masyarakat AS dari kampanye El-Sayed adalah sikapnya terhadap Israel. Dia secara terbuka menentang intervensi AS di Timur Tengah, termasuk soal bantuan senilai miliaran dolar yang diberikan Washington kepada Israel.
Pencalonan El-Sayed menjadi anggota Senat AS memicu didukung sekaligus ditolak komunitas Yahudi di Michigan.
El-Sayed sendiri telah membantah tuduhan antisemitisme yang ditujukan kepadanya.
"Saya bersolidaritas dengan saudara-saudari Yahudi saya," kata El-Sayed, Rabu (05/08).
"Kita bisa mengecam antisemitisme dan, pada saat yang sama, membicarakan cara mempersatukan orang-orang serta mengatasi penderitaan semua pihak," tuturnya.

Sumber gambar, Getty Images
Pemilu sela pada November mendatang akan menentukan keseimbangan kekuasaan di AS untuk dua tahun terakhir masa jabatan Presiden Donald Trump.
Trump menyatakan bahwa hasil pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan merupakan "kabar baik bagi Partai Republik."
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyebut Partai Demokrat sebagai "Dim-crats" dan mengklaim bahwa "kebijakan gila mereka hanya akan semakin memburuk."
Sebuah guncangan
Analisis oleh Anthony Zurcher, koresponden BBC News untuk Amerika Utara
Kemenangan Abdul El-Sayed pada Selasa (04/08) dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat yang ketat tidaklah mengejutkan. Dia telah unggul jauh dari Haley Stevens selama berminggu-minggu.
Meskipun hasil akhir jauh lebih ketat daripada yang diperkirakan jajak pendapat—yang sekali lagi menimbulkan keraguan mengenai keakuratan survei tersebut—hasil itu tidak mengurangi pergeseran besar yang ditimbulkan oleh El-Sayed di Partai Demokrat.
El-Sayed, putra seorang imigran Mesir, mencalonkan diri sebagai kandidat progresif yang berkomitmen, dengan mengandalkan dukungan figur kunci, seperti senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren serta anggota Kongres, Alexandria Ocasio-Cortez.
Stevens, di sisi lain, mendapat dukungan dari pimpinan Partai Demokrat di Washington. Dia juga memiliki rekam jejak yang solid selama menjabat sebagai pejabat terpilih di Michigan, serta sumber daya keuangan yang besar dari AIPAC.
Namun semua modal Stevens itu tidak berpengaruh.
Baik dalam debat maupun acara kampanye, El-Sayed membuktikan diri sebagai kandidat paling berbakat. Para pemilih Partai Demokrat merespons positif usulan-usulan progresifnya, termasuk asuransi kesehatan publik, kebijakan menurunkan harga obat-obatan, kenaikan pajak untuk orang-orang dengan kekayaan besar, serta reformasi pendanaan kampanye.
Slogan kampanyenya, "uang keluar dari politik, uang masuk ke kantong Anda", telah menjadi tema yang konsisten di kalangan calon dari sayap kiri dalam siklus pemilu ini.
Kemenangan ini membuka jalan bagi El-Sayed untuk bertarung melawan mantan anggota Kongres dari Partai Republik, Mike Rogers.
Pemilu ini mungkin akan menjadi ujian paling dramatis dan menentukan untuk mengetahui apakah seorang calon berhaluan kiri dapat memenangkan pemilihan di tingkat negara bagian.

Sumber gambar, Getty Images
Merujuk kemenangan tipis El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan Agustus ini, dia kini memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan jika ingin menyatukan partainya sebelum pemungutan suara pada November.
Meskipun El-Sayed meraih suara yang tinggi di kalangan pemilih progresif berpendidikan lebih tinggi, dia perlu memenangkan hati para pemilih berpenghasilan rendah yang mendukung Stevens di Detroit dan di daerah-daerah pedesaan.
Para pemilih ini tampaknya preferensinya tidak tercermin secara akurat dalam jajak pendapat jelang pemilihan lalu.
Kekalahan El-Sayed dari Mike Rogers bisa menjadi pukulan fatal bagi harapan Partai Demokrat untuk merebut kembali kendali Senat AS. Sebagai catatan, tidak ada kandidat dari Partai Republik yang pernah memenangkan pemilihan Senat di Michigan sejak 1994.
Namun, jika El-Sayed menang, dia dapat memberikan bukti empiris kepada kelompok progresif di Partai Demokrat bahwa kandidat presiden yang berhaluan kiri mungkin akan lebih sukses pada Pemilu 2028, ketimbang kandidat berhaluan tengah yang mereka calonkan pada beberapa pemilu terakhir.
Selain itu, mengingat Michigan memegang posisi kunci dalam pemilihan pendahuluan presiden Partai Demokrat, negara bagian ini akan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menentukan siapa yang akan menjadi calon dari partai tersebut.





























