Busana putri Kim Jong Un ungkap rencana pergantian kekuasaan di Korut

Kim Ju Ae berdiri di samping Kim Jong Un yang sedang menunjuk, mengenakan jaket kulit hitam berikat pinggang yang serasi.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Kim Ju Ae sesekali terlihat mengenakan busana serasi dengan ayahnya, yang gemar memakai mantel kulit panjang.
    • Penulis, Sangmi Han
    • Peranan, BBC News Korean
    • Melaporkan dari, Seoul
  • Waktu membaca: 7 menit

Pada November 2022, sebuah foto menampilkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, bersama seorang anak perempuan berpakaian necis. Anak itu adalah putri Kim Jong Un: Kim Ju Ae.

Dalam foto tersebut Kim Ju Ae tampak berjalan bersama ayahnya di depan sebuah rudal balistik antarbenua yang menjulang. Dia tampil memikat dengan mengenakan celana hitam dan jaket putih. Rambut panjangnya diikat ke belakang.

Foto itu merupakan penanda debut Kim Ju Ae dalam propaganda Korut—yang dilaporkan baru berusia sembilan tahun saat itu. Sejak saat itu, gaya rambutnya makin rumit, pakaiannya makin elegan dan canggih.

Badan intelijen Korea Selatan meyakini bahwa Kim Jong Un telah memilihnya sebagai penerusnya. Ju Ae, kini berusia 13 tahun, makin sering difoto bersama ayahnya. Dia berdiri di sampingnya dalam peluncuran rudal dan parade militer, bahkan menemaninya dalam perjalanan ke luar negeri.

Namun, sejumlah analis percaya bahwa mode busananya—jaket kulit, mantel bulu, dan gaya rambut "ayam jantan"—juga merupakan tanda bahwa ia sedang dipersiapkan untuk memimpin negara tersebut.

Dengan rambut panjangnya diikat ke belakang, mengenakan celana hitam dan jaket putih, Kim Ju Ae berjalan bergandengan tangan dengan ayahnya, Kim Jong Un, yang mengenakan jaket cokelat dan celana hitam. Keduanya saling memandang. Di latar belakang, sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) mengarah ke atas.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Foto penampilan resmi pertama Kim Ju Ae bersama ayahnya, Kim Jong Un, di depan rudal balistik antarbenua. Foro ini dirilis pada 19 November 2022.

Busana Ju Ae kemungkinan besar ditentukan oleh Departemen Propaganda dan Agitasi pemerintah Korut. Terkadang, ia terlihat mengenakan setelan dan rok formal, menyerupai ibunya, Ri Sol Ju.

"Karena Ju Ae masih sangat muda, usianya bisa dilihat sebagai potensi kelemahan bagi seorang pemimpin masa depan. Tampaknya rezim mendandaninya dengan pakaian formal mirip dengan yang dikenakan ibunya sebagai cara untuk menutupi kemudaannya dan memproyeksikan citra yang lebih dewasa," ujar Wakil Direktur Sejong Institute, Cheong Seong-chang, kepada BBC Korean.

Baca juga:

Pada kesempatan berbeda, dia mengenakan jaket kulit, "pakaian yang kuat kesannya sekaligus kasual" yang cocok untuk mengunjungi "lokasi yang relatif kasar atau terjal" seperti pangkalan militer, kata Cheong.

Gaya busananya kerap serasi dengan ayahnya, yang gemar mengenakan jaket kulit hitam dan mantel panjang.

Pada sebuah penghormatan di mausoleum Pyongyang, Istana Matahari Kumsusan, di depan beberapa baris pejabat berdasi dan berseragam, sebagian dengan banyak medali di dada mereka, Ri Sol Ju, mengenakan jaket abu-abu berkancing, rok hitam dan sepatu hitam, berdiri di samping Kim Ju Ae, yang mengenakan sepatu serasi, yang berdiri di samping Kim Jong Un, mengenakan setelan abu-abu gelap berkancing dan kemeja putih, semuanya berdiri tegap. Ju Ae mengenakan setelan burgundi yang serasi dengan syal ibunya dan dasi ayahnya. Rangkaian bunga berwarna-warni berada di latar depan.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kim Ju Ae (tengah, berwarna burgundi) sering ditata agar terlihat seperti ibunya Ri Sol Ju (kiri, berwarna abu-abu).
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Mencerminkan mode generasi sebelumnya, yang dikenal sebagai "replikasi citra", adalah taktik yang telah digunakan para pemimpin Korea Utara untuk mempertahankan kekuasaan.

Pada tahun-tahun awal kepemimpinannya, Kim Jong Un berupaya mengamankan legitimasi dengan berpakaian seperti kakeknya, Kim Il Sung.

Baca juga:

Kim Il Sung, yang mendirikan dan memimpin Korea Utara selama lebih dari 45 tahun, pada dasarnya dipandang seperti tuhan di negara itu, menurut para ahli.

"Departemen Propaganda dan Agitasi memainkan peran yang sangat penting dalam mengorkestrasi serangkaian proses yang secara alami memindahkan rasa hormat terhadap Kim Il Sung kepada Kim Jong Un," kata Cheong.

"Dikatakan bahwa warga Korea Utara terkejut ketika Kim Jong Un pertama kali muncul. Namun alasan para pakar Korea Selatan juga terkejut adalah karena sekilas pertama Kim Jong Un terlihat sangat mirip dengan Kim Il Sung muda.

"Keterbatasan yang dihadapi Kim Jong Un muda sebagai seorang penerus, seperti kurangnya pengalaman dan usia, dapat ditutupi semata-mata oleh fakta bahwa ia menyerupai Kim Il Sung.

"Bahkan, beredar rumor di kalangan warga Korea Utara bahwa Kim Il Sung telah bereinkarnasi."

Gambar komposit menampilkan potret Presiden Kim Il Sung yang menunjukkan ke arah depan, mengenakan fedora terang, kemeja putih, setelan gelap, dasi dan mantel luar, di samping foto Kim Jong Un, dalam pakaian serasi, mengunjungi Farm No. 1116 di Korea Utara, bersama dua pejabat berdasi dan berseragam.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Kim Jong Un (kanan) mengenakan topi fedora yang sangat mirip dengan milik kakeknya, saat mengunjungi Farm No. 1116, pada Mei 2015.

Selain memperkuat legitimasi Ju Ae, "dengan mengenakan pakaian gaya Barat, Ju Ae dan Ri Sol Ju menunjukkan 'strategi diferensiasi'—bahwa kedudukan sosial mereka pada dasarnya berbeda dari warga biasa," kata Cheong.

Fakta bahwa Ju Ae terlihat mengenakan jaket kulit pada beberapa kesempatan menunjukkan bahwa Departemen Propaganda dan Agitasi ingin menegaskan bahwa statusnya berada di atas warga biasa.

"Mengenakan pakaian berbahan kulit berkualitas tinggi adalah cara untuk memamerkan status istimewa seseorang," kata Cheong.

"Pakaian kulit tidak begitu umum di kalangan warga Korea Utara. Merek-merek mewah, jaket kulit, dan mantel bulu adalah pakaian berharga yang tidak bisa dikenakan oleh warga Korea Utara biasa."

Dengan rambut panjangnya diikat ke belakang di atas kerah bulu abu-abu muda dari jaket abu-abu tua, Kim Ju Ae berdiri di samping Kim Jong Un, mengenakan setelan serasi, kemeja putih dan dasi burgundi, di dalam lobi Hotel Milyong, di distrik wisata Samjiyon, Provinsi Ryanggang. Di latar belakang, beberapa baris pejabat berdasi dan berseragam bertepuk tangan, bersama rangkaian bunga berwarna-warni, pencahayaan, dan sebuah tangga.

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Kim Ju Ae mengenakan mantel bulu ketika mendampingi ayahnya ke Hotel Milyong, di Provinsi Ryanggang, pada Desember 2025.

Perkembangan mode Ju Ae sangat kontras dengan pengetatan kontrol terhadap warga awam Korut.

Pada 2020, Korea Utara memberlakukan Undang-Undang Penolakan Ideologi dan Budaya Reaksioner, yang memblokir "budaya eksternal".

Namun pada 2023, Kantor Berita Pusat Korea yang dikelola negara, merilis video Ju Ae kembali berjalan di samping ayahnya di depan sebuah rudal balistik antarbenua.

Kali ini mengenakan jaket hitam yang belakangan diketahui buatan rumah mode mewah Prancis, Christian Dior, senilai US$1.900 (Rp33 juta).

Kim Jong Un, mengenakan setelan hitam dan mantel cokelat terbuka, dan Kim Ju Ae, dengan rambut panjang diikat ke belakang, mengenakan jaket bantalan hitam Christian Dior senilai US$1.900 dan celana panjang, berjalan di atas rumput di tepi danau, di depan sebuah rudal balistik antarbenua Hwasong-18 (ICBM), dengan beberapa pria berdiri di sampingnya dan pepohonan di latar belakang.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ju Ae terlihat mengenakan jaket Christian Dior dalam sebuah foto tahun 2023.

Pada tahun berikutnya, Ju Ae mengenakan blus yang memperlihatkan lengannya dalam upacara penyelesaian kawasan perumahan di ibu kota, Pyongyang.

Sebuah pengumuman dalam format video kemudian disiarkan kepada warga biasa, yang memperingatkan bahwa gaya rambut dan busana semacam itu tidak boleh dikenakan oleh mereka. Sebab gaya tersebut merupakan "fenomena anti-sosialis dan non-sosialis yang mengaburkan citra sistem sosialis dan menggerogoti rezim—target yang harus diberantas", ujar seorang sumber lokal kepada Radio Free Asia.

Dengan rambut panjangnya diikat ke belakang, mengenakan blus hitam tembus pandang yang memperlihatkan lengannya, Kim Ju Ae berdiri di samping Kim Jong Un, mengenakan setelan hitam dan kemeja putih, serta beberapa pejabat yang bertepuk tangan pada upacara penyelesaian pembangunan Vanguard Street di Pyongyang, dengan bendera, lampu, pepohonan, dan sebuah bangunan di latar belakang.

Sumber gambar, News1

Keterangan gambar, Pada Mei 2024, Kim Ju Ae mengenakan blus yang memperlihatkan lengannya, pada upacara penyelesaian pembangunan di Pyongyang.

Insiden-insiden ini menyoroti bagaimana keluarga Kim—yang diperlakukan hampir seperti tuhan oleh warga Korut—sering dikecualikan dari aturan bagi masyarakat umum.

"Meskipun celana jins dilarang di Korea Utara karena itu mode Barat, Kim Jong Un pernah tampil mengenakannya," kata Prof Lee Woo-young, dari University of North Korean Studies.

"Sekuat apapun mereka melarang budaya asing dan bahkan memberlakukan undang-undang, Korea Utara adalah tempat di mana tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan oleh pemimpin tertinggi."

Meski begitu, hal itu tidak menghentikan sebagian warga Korea Utara yang ingin mengikuti gaya keluarga Kim dan berpakaian seperti Kim Ju Ae.

Laporan mengemuka mengenai peningkatan peredaran barang-barang mewah seperti kosmetik dan parfum Chanel di kalangan warga Korea Utara yang kaya. Kemudian, mantel bulu menjadi populer di sebuah kota yang berbatasan dengan China.

Foto-foto anak-anak di sebuah taman kanak-kanak bergengsi yang mengenakan blus sebagian tembus pandang telah beredar. Ada pula laporan tentang kacamata hitam dan mantel panjang kulit yang mirip dengan yang dikenakan Ju Ae dan Kim Jong Un menjadi populer di kalangan kaum muda berduit.

Ini bukan hal yang tidak biasa di Korea Utara. Sebelumnya pernah ada laporan tentang pria muda yang menata rambut seperti Kim Jong Un.

Warga awam Korea Utara punya akses yang sangat terbatas terhadap informasi dari dunia luar, termasuk tren mode. Karenanya, pemimpin negara itu menjadi ikon mode yang tak terduga.

Kini, putrinya tampaknya juga telah menjadi ikon.

Reportase tambahan oleh Hyunjung Kim.