Pria India bawa tulang belulang kakaknya ke bank untuk buktikan kematiannya

    • Penulis, Rakhi Ghosh dan Nikita Yadav
    • Peranan, BBC Hindi dan BBC News
  • Waktu membaca: 3 menit

Peringatan: Artikel ini memuat rincian yang mungkin mengganggu kenyamanan pembaca.

Seorang pria di India bagian timur mengatakan bahwa dirinya terpaksa membawa tulang belulang kakak perempuannya ke sebuah bank untuk membuktikan kakaknya tersebut telah meninggal dunia.

Sebuah video yang memperlihatkan Jitu Munda, 52 tahun, membawa tulang belulang kakaknya ke bank menjadi viral pekan ini dan memicu kemarahan publik.

Jitu mengatakan tindakannya itu dilakukan karena frustrasi setelah berulang kali gagal menarik uang dari tabungan kakaknya lantaran tidak dapat menunjukkan bukti resmi kematian sang kakak.

Polisi mengatakan Jitu menggali kembali jenazah kakaknya dari makam untuk dibawa ke bank.

Pihak bank membantah meminta Jitu membawa sisa jasad kakaknya, seraya menegaskan mereka hanya meminta dokumen yang diwajibkan secara hukum.

Bank menambahkan bahwa insiden itu tampaknya berawal dari kurangnya pemahaman tentang prosedur. Uang tersebut, menurut pihak bank, telah diserahkan kepada ahli waris yang sah.

Insiden yang terjadi di Negara Bagian Odisha, India, pada Senin (27/04) menarik perhatian nasional. Banyak pihak mengkritik otoritas setempat dan bank karena gagal membantu pria tersebut.

Menteri Pendapatan Odisha, Suresh Pujari, mengatakan kasus itu sedang diselidiki dan tindakan akan diambil terhadap kepala cabang terkait atas dugaan perilakunya.

Pemerintah Distrik Keonjhar juga menyatakan "keprihatinan mendalam", seraya mengatakan bahwa melindungi hak dan martabat masyarakat adalah prioritas.

Jitu Munda mengatakan kepada BBC Hindi bahwa kejadian itu bermula setelah kakak perempuannya yang berusia 56 tahun, Kalara, meninggal awal tahun ini.

Jitu mengatakan Kalara bekerja sebagai buruh harian dan kembali ke rumah keluarga di pihak ibu setelah suami dan putranya meninggal dunia.

Beberapa bulan sebelum kematiannya, ia menjual ternaknya dan menyetorkan sekitar 19.300 rupee (Rp3,5 juta) ke bank.

Jitu Munda mengatakan ia mengunjungi cabang bank tersebut beberapa kali setelah kematian kakaknya, namun tidak dapat menarik uang di tabungan sang kakak.

"Ketika kepala cabang bank menolak mendengarkan dan terus meminta bukti, saya menjadi frustrasi," katanya. "Saya membawa tulang-tulang kakak untuk menunjukkan bahwa dia telah meninggal."

Baca juga:

Video viral tersebut menunjukkan Jitu membawa sebuah buntalan berisi tulang belulang sang kakak yang dibungkus karung ke bank dan meletakkannya di luar pintu masuk gedung. Tidak jelas siapa yang merekam video tersebut.

Setelah video itu memicu kemarahan publik, banyak orang menyoroti rintangan birokratis dalam mengakses dana seseorang setelah kematiannya, khususnya ketika mereka tidak mendaftarkan seorang ahli waris.

Sejumlah warganet juga menyoroti kesulitan yang dihadapi masyarakat pedesaan saat mengakses sistem perbankan.

Di India, jika pemegang rekening meninggal tanpa menunjuk ahli waris, pihak keluarga harus menyediakan dokumen seperti akta kematian dan bukti ahli waris sah sebelum dana dapat dicairkan. Proses ini dapat memakan waktu, terutama di desa-desa terpencil.

Apa kata pihak bank?

Menyusul reaksi keras tersebut, Indian Overseas Bank, yang mengoperasikan Odisha Grameen Bank tempat insiden itu terjadi, mengatakan laporan bahwa staf meminta kehadiran fisik orang yang telah meninggal adalah "tidak benar".

Bank tersebut mengatakan Jitu Munda telah diberi tahu tentang proses yang harus diikuti namun tidak melakukannya.

Bank juga menuduh ia pertama kali datang dalam keadaan "mabuk", lalu kemudian kembali dengan membawa sisa-sisa jenazah kakaknya. Bank menggambarkan situasinya tersebut "sangat menganggu".

Kepala cabang bank, Sushant Kumar Sethi, mengatakan kepada BBC Hindi bahwa Jitu Munda pada awalnya menyebut kakak perempuannya lumpuh dan tidak dapat datang ke bank. Menurut Sushant, staf bank telah menawarkan untuk mengunjunginya di rumah.

Jitu Munda, sambung Sushant, kemudian mengklaim bahwa kakak perempuannya telah meninggal.

Sushant juga membantah penuturan Munda yang mengklaim mengunjungi cabang bank tersebut dalam dua bulan terakhir. Sushant mengatakan, ahli waris sah lainnya telah datang untuk mengklaim uang tersebut, sehingga pejabat meminta dokumen yang diwajibkan.

Polisi dan pejabat setempat kemudian turun tangan, membujuk Jitu Munda untuk mengembalikan sisa-sisa jenazah kakaknya ke pemakaman sembari berupaya meyakinkannya bahwa permintaannya akan ditangani.

Para pejabat juga menawarkan bantuan sebesar 30.000 rupee kepadanya.

Pada Rabu (29/074), para pejabat pemerintah menerbitkan akta kematian dan dokumen ahli waris sah. Pihak bank mengatakan uang tersebut telah diserahkan kepada anggota keluarga perempuan itu.