Sedikitnya 27 orang tewas akibat kebakaran sebuah bar di Bangkok

Keterangan video, LIHAT VIDEO: Perdana Menteri Thailand meninjau lokasi kebakaran maut di sebuah bar di Bangkok.
    • Penulis, Dan Sales
    • Penulis, Jonathan Head
    • Peranan, Southeast Asia Correspondent
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 4 menit

Sedikitnya 27 orang tewas dan delapan lainnya mengalami luka kritis setelah kebakaran melanda sebuah bar di kawasan populer Chatuchak, Bangkok, kata Perdana Menteri Thailand.

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi sesaat setelah tengah malam pada Senin (13/07).

Setibanya di tempat kejadian, mereka mendapati para pengunjung berusaha menyelamatkan diri melalui pintu depan yang telah dilalap api.

Para saksi mata mengatakan kebakaran bermula di dekat panggung bar dan dengan cepat menyebar ke seluruh ruangan.

Api menyebabkan aliran listrik terputus dan memenuhi lokasi dengan asap tebal.

Rekaman video yang diunggah di platform X menunjukkan kobaran api menyembur keluar dari bangunan, sementara sejumlah orang terlihat berlarian keluar, sebagian berteriak panik dan sebagian lainnya terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.

Penyebab pasti kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan, menurut Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul.

A still from a video showing a fireball shooting out of the venue

Sumber gambar, Fire & Rescue Thailand

Keterangan gambar, Rekaman video dari luar lokasi menunjukkan kobaran api menyembur keluar dari pintu depan tempat hiburan itu, sementara orang-orang berlarian menembus kobaran api untuk menyelamatkan diri.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sesaat setelah tengah malam, setelah seorang pengemudi yang melintas dilaporkan melihat tempat hiburan itu terbakar sekitar pukul 23.30 waktu setempat.

Kepada media lokal Daily News, dia mengatakan langsung menghentikan kendaraannya dan memecahkan jendela untuk membantu dua orang menyelamatkan diri.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah berbicara dengan seorang musisi yang sedang tampil ketika kebakaran terjadi. Musisi tersebut menceritakan detik-detik insiden itu.

"Dia mengatakan bahwa api bermula dari panel sakelar listrik, dan setelah itu situasi berkembang sangat cepat. Terdengar ledakan, dan semua orang berusaha menyelamatkan diri dari asap dan kobaran api," kata Anutin.

"Banyak di antara mereka tidak berhasil keluar karena bergerak ke bagian belakang bangunan dan mencoba berlindung dari asap serta api di toilet. Di sanalah kami menemukan sebagian besar korban meninggal," ujarnya.

Baca juga:

Tables and chairs are covered in ash inside the venue, which shows huge fire damage. The picture is taken through a door frame.

Sumber gambar, APTN

Keterangan gambar, Foto-foto dari dalam bar setelah kebakaran menunjukkan furnitur, dinding, dan langit-langit bangunan menghitam akibat jilatan api.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Petugas pemadam kebakaran dilaporkan berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu sekitar setengah jam.

Namun demikian, sembilan laki-laki dan 18 perempuan tewas dalam insiden tersebut.

Selain itu, lebih dari 60 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, dengan delapan di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Direktur Departemen Penanggulangan Bencana Bangkok, Suriyachai Raviwan, mengatakan temuan awal menunjukkan sebagian besar korban meninggal akibat menghirup asap.

Meski begitu, dia menambahkan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kematian para korban.

Seorang pengendara sepeda motor, Surin Jaiharn, mengatakan kepada AFP bahwa dia membantu sekitar lima orang keluar dari bar yang terbakar dan menggunakan pakaian untuk memadamkan api yang membakar tubuh mereka.

"Saya merasa sangat terpukul. Saya melihat begitu banyak korban meninggal dan saya tidak mengetahui nasib orang-orang yang saya bantu," ujarnya.

Hingga Senin (13/07) pagi, bar bernama Rong Beer Na Lat Phrao itu masih dipasangi garis polisi.

Sejumlah jendela tampak pecah, sementara furnitur yang rusak ditumpuk di depan pintu masuk. Bau menyengat sisa kebakaran masih tercium di sekitar lokasi.

Police standing outside the venue

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Rong Beer Na Lat Phrao merupakan restoran dan bar populer yang berada di Distrik Chatuchak, Bangkok.

Foto-foto yang diambil setelah api berhasil dipadamkan memperlihatkan pemandangan memilukan: deretan kantong jenazah berjajar di luar bar, sementara garis polisi membentang luas mengelilingi area kejadian.

Di bagian dalam bangunan, furnitur, dinding, dan langit-langit tampak hangus menghitam.

Sejumlah bagian langit-langit juga terlihat terkelupas akibat kebakaran.

Gubernur Bangkok, Chatchart Sittipunt, yang meninjau lokasi kejadian mengatakan api diduga menyebar dengan cepat melalui dekorasi interior di langit-langit bar yang mudah terbakar.

Menurutnya, asap beracun yang dihasilkan dari material yang terbakar kemungkinan juga menyebabkan para korban kehilangan kesadaran.

Chatchart menambahkan, terdapat laporan mengenai sejumlah orang yang ditemukan tidak sadarkan diri di dekat pintu darurat bangunan.

Dia mengatakan kemungkinan terdapat meja atau benda lain yang menghalangi akses ke area tersebut.

"Namun, hal ini memerlukan penyelidikan menyeluruh dan resmi oleh tim forensik," ujarnya.

Pairs of slightly charred slippers strewn on a street outside the bar, with high stools in the background.

Sumber gambar, BBC/Lulu Luo

Keterangan gambar, Orang-orang terlihat berhamburan ke luar saat kobaran api besar melalap bar tersebut.

Ini bukan kali pertama insiden semacam ini terjadi di Thailand.

Empat tahun lalu, kebakaran di sebuah bar di kota yang terletak di selatan Bangkok menewaskan 22 orang.

Sementara itu, pada 2009, kebakaran di sebuah klub malam di ibu kota menewaskan 66 orang.

Meski pemerintah Thailand berulang kali berjanji meningkatkan standar keselamatan kebakaran dan kelistrikan setelah berbagai insiden tersebut, penerapannya di Thailand masih kerap dinilai lemah dan tidak konsisten.