Mahasiswa akan terus mengawal janji pemerintah dan DPR penuhi sembilan tuntutan demonstran – 'Kami akan terus turun ke jalan'

Demo mahasiswa, Trisakti, Universitas Trisakti, gedung DPR

Sumber gambar, BAY ISMOYO / AFP melalui Getty Images

Keterangan gambar, Sejumlah mahasiswa membentangkan poster bertuliskan "harga BBM naik, kebutuhan pokok naik, kesabaran turun" saat unjuk rasa yang menuntut penurunan harga serta mengecam pemerintah sebagai tidak kompeten, di depan gedung parlemen di Jakarta, Jumat (19/06).
    • Penulis, Heyder Affan
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
    • Penulis, Riana A Ibrahim
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 6 menit

Mahasiswa yang menggelar demonstrasi di depan gedung DPR dan ditemui pimpinan DPR, Jumat (19/06), menyatakan akan "mengawal janji-janji yang sudah disampaikan" para politikus. Para mahasiswa menegaskan tetap akan menggelar demonstrasi sampai tuntutan mereka ditepati.

Hal itu disampaikan perwakilan mahasiswa Universitas Trisakti dan kampus lainnya setelah ditemui pimpinan DPR pada Jumat (19/06) malam.

Di depan gedung DPR, sekitar pukul 19.30 WIB, Dhenny Ribowo, Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal janji-janji yang disampaikan oleh pimpinan DPR.

"Akan menjadi terus pengawalan kami yang nantinya akan kami kawal sampai dengan terpenuhi janji-janji yang tadi disampaikan,""tegas Dhenny di hadapan wartawan dan massa demonstran.

Sebelumnya, dalam pertemuan tertutup di dalam gedung DPR, pimpinan DPR mengklaim telah menghubungkan langsung perwakilan mahasiswa dengan menteri dan pimpinan instansi terkait melalui sambungan telepon.

Di hadapan massa mahasiswa yang berkerumunan di depan gedung DPR, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa menjelaskan hasil pertemuan dengan perwakilan mahasiswa.

Dua politikus dari Partai Gerindra dan Partai Nasdem ini mengaku bahwa mereka dalam pertemuan itu "langsung menelpon" Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadia.

Mereka juga mengklaim telah menelepon pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Aspirasi [mahasiswa] telah langsung kami sampaikan per telepon kepada pihak eksekutif," kata Dasco di hadapan massa mahasiswa.

Dasco dan Saan berdiri di atas kendaraan roda empat yang dibawa massa mahasiswa.

Demo mahasiswa, Trisakti, Universitas Trisakti, gedung DPR

Sumber gambar, BAY ISMOYO / AFP melalui Getty Images

Keterangan gambar, Seorang mahasiswa membentangkan poster bertuliskan "harga BBM naik, kebutuhan pokok naik, kesabaran turun" saat aksi unjuk rasa yang menuntut penurunan harga serta mengecam pemerintah sebagai tidak kompeten, di depan gedung parlemen di Jakarta, Jumat (19/06).

Saan Mustopa, yang diberikan kesempatan berbicara, mengklaim bahwa mereka langsung menindaklanjuti sebagian tuntutan mahasiswa.

Dia menyebut, antara lain, soal status 16 mahasiswa Trisakti yang status penahanannya ditangguhkan akibat demo pada Mei 2025, namun proses hukumnya belum jelas.

Saan mengklaim status tersangkanya "akan dicabut" dalam beberapa pekan ke depan.

Dia juga berjanji akan memfasilitasi pertemuan mahasiswa dengan para pejabat BGM dan kementerian terkait.

Soal kenaikan harga BBM dan kelangksaan BBM bersubsidi, Saan mengaku pihaknya langsung menghubungkannya dengan kementerian terkait.

Mahasiswa kemudian berteriak "huh.... mana buktinya."

Demo mahasiswa, Trisakti, Universitas Trisakti, gedung DPR

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Keterangan gambar, Mahasiswa berunjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/06). Mahasiswa dari sejumlah universitas berunjuk rasa menuntut perbaikan tata kelola perekonomian nasional.
Demo mahasiswa, Trisakti, Universitas Trisakti, gedung DPR

Sumber gambar, RIANA A IBRAHIM/BBC NEWS INDONESIA

Keterangan gambar, Mahasiswa menuntut pemerintahan Prabowo memulihkan ekonomi dan politik nasional, berantas inkompetensi pejabat negara, hingga mengembalikan supremasi sipil.

Apa sembilan tuntutan mahasiswa kepada Prabowo?

Sebelum menggelar pertemuan dengan pimpinan DPR, ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta, antara lain mahasiswa Universitas Trisakti, menggelar demonstrasi pada Jumat (19/06) sore.

Mereka mendatangi depan gedung DPR dan beberapa lokasi lainnya.

Dan dalam dialog dengan pimpinan DPR pada Jumat (19/06) petang hingga malam, perwakilan dari beberapa perguruan tinggi mengajukan sembilan tuntutan kepada pemerintahan Prabowo:

  • Pertama, turunkan harga bahan pokok.
  • Dua, turunkan harga BBM dan tingkatkan ketersediaan BBM bersubsidi.
  • Tiga, hentikan pemborosan APBN.
  • Empat, hentikan sementara dan evaluasi total MBG.
  • Lima, perbaiki komunikasi pemerintah kepada publik.
  • Enam, menolak revisi UU Polri.
  • Tujuh, bebaskan seluruh tahanan politik.
  • Delapan, hentikan represi aparat dan hentikan militerisme di Indonesia Timur di ranah sipil.
  • Sembilan, tolak PSN yang tidak pro terhadap rakyat.

Sebelumnya para mahasiswa dilaporkan bakal menolak ajakan dialog oleh pimpinan DPR.

Tanggapan ini merespons beberapa pemberitaan yang menyebut bahwa pimpinan DPR mengklaim akan menggelar dialog dengan perwakilan mahasiswa.

Namun pada Jumat (19/06) petang, laporan-laporan media menyebut bahwa pimpinan DPR sedang menerima perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi pada Jumat di depan gedung DPR.

Demo mahasiswa, Trisakti, Universitas Trisakti, gedung DPR

Sumber gambar, Riana A Ibrahim/BBC News Indonesia

Keterangan gambar, Mahasiswa Universitas Trisakti gelar unjuk rasa di depan gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/06).
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Seperti dilaporkan Kompas.com, pertemuan itu berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara 1. Disebutkan ada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa.

Dilaporkan mereka didampingi oleh Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath dan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Nazaruddin Dek Gam.

Sementara, demikian Kompas.com, mahasiswa yang hadir berasal dari kampus dan organisasi berbeda, yakni perwakilan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana dan Universitas Esa Unggul.

"Nanti kita ketemu dulu, kita dengarkan aspirasinya," kata Saan Mustopa saat hendak masuk ke ruang pertemuan.

Media diperkenankan masuk ke ruang pertemuan beberapa saat untuk mengambil dokumentasi, sebelumnya pertemuan di mulai.

Setelah itu, seperti dilaporkan Kompas.com, awak media diminta meninggalkan ruangan untuk menunggu sesi konferensi pers, karena pertemuan akan berlangsung secara tertutup.

Demo mahasiswa, Trisakti, Universitas Trisakti, gedung DPR

Sumber gambar, Riana A Ibrahim/BBC News Indonesia

Keterangan gambar, Mahasiswa menyuarakan keresahan masyarakat terhadap kenaikan harga BBM dalam unjukrasa di depan gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/06).

Sementara, menjelang pukul 18.00 WIB, sebagian pengunjukrasa di depan gedung DPR mulai meninggalkan lokasi.

Seperti dilaporkan wartawan BBC News Indonesia Riana A Ibrahim dan videografer Dwiki Marta, rombongan mahasiswa Universitas Trisakti masih bertahan di depan gedung DPR.

Dalam orasinya, mahasiswa Universitas Trisakti menyuarakan 'Tritura' atau Tiga Tuntutan Rakyat.

Mereka menuntut pemerintahan Prabowo memulihkan ekonomi dan politik nasional, berantas inkompetensi pejabat negara, hingga mengembalikan supremasi sipil.

Selain mahasiswa Trisakti, demo kali ini juga digelar mahasiswa dari Universitas Esa Unggul, Universitas Dian Nusantara, serta Universitas Mercu Buana,

Demonstrasi ini juga digelar oleh Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia, serta Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara.

Mereka turun di lima lokasi di Jakarta.

Di depan gedung DPR, sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (19/06), mahasiswa mulai berdatangan.

Mereka membawa berbagai poster dan bergantian berorasi.

Demo mahasiswa, Trisakti, Universitas Trisakti, gedung DPR

Sumber gambar, ISTIMEWA

Keterangan gambar, Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, melakukan konvoi menuju Gedung DPR, Jumat (19/06) siang.
Demo mahasiswa, Trisakti, Universitas Trisakti, gedung DPR

Sumber gambar, Riana A Ibrahim/BBC News Indonesia

Keterangan gambar, Mahasiswa menyuarakan keresahan masyarakat terhadap kenaikan harga BBM dalam unjukrasa di depan gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/06).

Dalam aksinya, mahasiswa Universitas Trisakti menyuarakan 'Tritura' atau Tiga Tuntutan Rakyat.

Mereka menuntut pemerintahan Prabowo memulihkan ekonomi dan politik nasional, berantas inkompetensi pejabat negara, hingga mengembalikan supremasi sipil.

"Kita turun ke jalan karena rakyat resah... ada persoalan ekonomi, pemicunya kenaikan harga BBM non subsidi, tanpa kemampuan pemerintah menyediakan BBM subsidi. Dan ini berdampak pada kenaikan harga bahan pokok, sehingga kami hari ini terpanggil," kata Dhenny Ribowo, Presiden Mahasiswa Univ Trisakti, di sela-sela unjuk rasa di depan gedung DPR, Jumat (19/06) sore.

Di hadapan massa, seorang orator dari Trisakti juga menuntut agar pemerintahan Prabowo menghentikan apa yang disebutnya sebagai "militerisme di Papua".

"Orang Papua tidak butuh militer! ... Jangan merusak masa depan kami! Jangan rampas hak-hak kami!" Teriaknya.

Demo mahasiswa, Trisakti, Universitas Trisakti, gedung DPR

Sumber gambar, RIANA A IBRAHIM/BBC NEWS INDONESIA

Keterangan gambar, Dalam aksinya, mahasiswa Universitas Trisakti menyuarakan 'Tritura' atau Tiga Tuntutan Rakyat.

Mahasiswa Trisakti lainnya, Intan, mengaku terlibat dalam unjuk rasa, karena merasa terpanggil atas keresahan di masyarakat.

Dia menilai pemerintah "kurang mendengarkan keresahan di masyarakat."

"Saya wajib ikut demo hari ini, karena kalau bukan mahasiswa, siapa lagi [yang menyuarakan keresahan masyarakat]," ujar Intan kepada BBC News Indonesia.

Di depan gedung DPR, mahasiswa Trisakti membaur bersama massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan kelompok mahasiswa lainnya.

Hingga pukul 16.43 WIB, mereka berorasi secara bergantian.

Mahasiswa Mercu Buana, demo mahasiswa, Trisakti

Sumber gambar, RIANA A IBRAHIM/BBC NEWS INDONESIA

Keterangan gambar, Dalam unjuk rasa, mahasiswa dari Universitas Mercu Buana juga mempersoalkan proyek MBG.

Di sebelah massa mahasiswa Universitas Trisakti, hadir pula demonstran dari Universitas Mercu Buana.

Sebelum menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR, rombongan mahasiswa Trisakti meninggalkan kampusnya sekitar pukul 14.30 WIB.

Mereka konvoi menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat.

Para mahasiswa Trisakti itu mengenakan jaket almamater biru tua. Mereka membawa spanduk, bendera, serta poster.

Lokasi lain yang menjadi sasaran unjuk rasa mahasiswa, antara lain, kawasan Patung Kuda-Monas; Bundaran Hotel Indonesia (HI); Tugu Tani, Gambir; dan kawasan depan Kementerian Keuangan.

Demonstrasi ini berlangsung sejak Jumat pagi.

Keterangan resmi polisi menyebutkan mereka menurunkan 4.263 anggota polisi untuk mengamankan unjuk rasa mahasiswa.