Aksi mahasiswa tolak kenaikan harga BBM 'diadang' di kawasan Semanggi Jakarta, polisi larang demo di Bundaran HI

mahasiswa UI, FNM

Sumber gambar, Front Mahasiswa Nasional UI

Keterangan gambar, Massa mahasiswa yang berencana menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, diadang polisi di dekat jembatan Semanggi, Jumat (12/06)
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 3 menit

Mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta mulai bergerak menuju lokasi unjuk rasa di Bundaran HI, Jumat (12/06). Namun sebagian mereka diadang polisi di dekat jembatan Semanggi. Polisi berupaya mengalihkan demo mahasiswa ke depan gedung DPR atau sekitar patung kuda di Monas.

Laporan-laporan video yang diterima BBC News Indonesia, sekitar pukul 13.00 WIB, sebagian rombongan pengunjukrasa diadang polisi di dekat jembatan Semanggi, Jakpus.

Polisi membenarkan bahwa pihaknya tengah berusaha mengalihkan demo mahasiswa ke dekat Patung Kuda atau Gedung DPR/MPR.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menganggap Bundaran HI merupakan "tempat perekonomian".

"Seputaran Bundaran HI itu bukan merupakan tempat yang untuk menyampaikan aspirasi," kata Budi, seperti dikutip Detik.com.

Alasannya, lanjutnya, di sekitaran Bundaran HI, "ada kegiatan-kegiatan perekonomian, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Sehingga kita sama-sama memaklumi, memahami untuk saling menghormati."

Dalam video dan foto-foto yang diterima BBC News Indonesia, rombongan mahasiswa terlihat berdebat dengan aparat polisi yang mengadangnya.

Aksi mahasiswa pada Jumat (12/06), yang digelar di Jakarta dan beberapa kota lainnya, menuntut pemerintah agar menurunkan harga BBM, menghentikan program MBG, hingga desakan agar Presiden Prabowo mengakui ''kesalahan pemerintah''.

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Di Jakarta, demonstrasi digerakkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Front Mahasiswa Nasional (FMN), dan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni).

Mereka semula berencana menggelar aksi yang bertajuk #MenujuIndonesiaBangkrut di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Ketua FMN, Symphati Dimas, mengatakan kepada BBC News Indonesia, jumlah massa dari kelompok mereka mencapai 700—1.000 orang.

Dalam demo kali ini, mereka menyampaikan lima poin tuntutan, yaitu:

  • Setop pemborosan APBN
  • Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
  • Hentikan program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
  • Hentikan militerisme di ranah sipil
  • Meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan mengajak berbagai elemen masyarakat seperti buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya untuk ikut serta dalam aksi mereka.

"Kita rebut keadilan! Karena keadilan tidak datang sendiri. Ia harus dijemput oleh rakyat Indonesia yang besar, bukan pemerintah yang berlagak besar," ujar Athof, dikutip dari Kompas.com.

Untuk mengawal aksi demo, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.651 personelnya, sementara Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 500 personel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan pengerahan pasukan skala besar ini bertujuan untuk menjamin keamanan, baik bagi massa aksi maupun masyarakat umum.

Selain aksi di Bundaran HI, polisi mengatakan ada aksi massa lainnya di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada waktu yang hampir bersamaan.

Aksi itu digelar Perhimpunan Penegak Demokrasi Indonesia.

Pihak kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas di titik demonstrasi.

Masyarakat diimbau menghindari kawasan sekitar unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

Mahasiswa Universitas Indonesia berkumpul di kampusnya, di Depok, Jawa Barat, sebelum berangkat ke lokasi demonstrasi di Jakarta Pusat.

Sumber gambar, Front Mahasiswa Nasional UI

Keterangan gambar, Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berkumpul di kampusnya, di Depok, Jawa Barat, Jumat (12/06), sebelum berangkat ke lokasi demonstrasi di Jakarta Pusat.

Aksi lainnya di daerah

Sebelum demo mahasiswa pada Jumat, sejumlah mahasiswa di daerah juga sudah menggelar aksinya masing-masing.

Pada Kamis (11/06), gabungan mahasiswa dari Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Parahyangan (Unpar), dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom), di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Jawa Barat.

Mereka menyoroti kondisi ekonomi, pengesahan Undang-undang Polri, hingga kenaikan harga BBM Pertamax.

Di Pekanbaru, Riau, ratusan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) juga menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Riau di Pekanbaru, pada Kamis (11/06).

Mereka memprotes kinerja Prabowo-Gibran. Salah satu yang disoroti mahasiswa adalah program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Di Makassar, Sulawesi Selatan, sejumlah aktivis mahasiswa berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, kemarin.

Pendemo yang menamakan diri Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) juga menyampaikan tuntutan serupa, seperti stabilkan nilai tukar rupiah, tolak kenaikan harga Pertamax, dan cabut Undang-undang Polri yang baru disahkan.

Sejumlah kelompok mahasiswa dan di beberapa daerah dikabarkan akan melanjutkan aksinya hari ini.

Artikel ini akan diperbarui secara berkala.