You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Rekaman CCTV terbaru memperlihatkan penyerang bersenjata menerobos pengamanan acara Trump hanya dalam empat detik
- Penulis, Max Matza
- Waktu membaca: 4 menit
Rekaman terbaru yang dirilis jaksa penuntut menampilkan empat detik krusial saat seorang pria bersenjata keluar dari hotel dan menyerbu pos keamanan, ketika Presiden Donald Trump menghadiri acara makan malam wartawan Gedung Putih.
Video CCTV tersebut memperlihatkan seorang petugas keamanan melepaskan tembakan ke arah pria bersenjata yang berlari cepat, sambil membawa senjata laras panjang. Meski begitu, belum jelas apakah senjata itu sempat ditembakkan.
Namun, cuplikan video itu tidak menampilkan momen yang disebut penyidik sebagai saat terduga penyerang terjatuh dan kemudian ditangkap di Hotel Washington Hilton pada Sabtu (25/04) lalu.
Pria bernama Cole Tomas Allen, 31 tahun, didakwa atas upaya percobaan pembunuhan terhadap Presiden Trump dalam acara makan malam Asosiasi Wartawan Gedung Putih.
Hingga kini, dia belum mengajukan pembelaan atas dakwaan tersebut.
Departemen Kehakiman AS menyatakan video tersebut juga memperlihatkan Allen tengah "memetakan lokasi" hotel sehari sebelum acara makan malam berlangsung, ketika jaksa menyebut terdakwa menginap sebagai tamu.
Rekaman itu menunjukkan Allen berjalan di lorong hotel pada malam sebelum acara tersebut. Ia sempat singgah ke pusat kebugaran hotel.
Allen dituduh membawa sebuah pistol semi-otomatis, senapan pompa (pump-action shotgun), dan tiga bilah pisau, saat dia berlari melintasi area teras, satu lantai di atas ballroom bawah tanah tempat acara itu tengah berlangsung.
Presiden Trump, Wakil Presiden JD Vance, para anggota kabinet, serta pejabat Gedung Putih lainnya segera dievakuasi dari lokasi acara ketika suara tembakan terdengar.
Video terbaru yang diunggah di platform X pada Kamis oleh jaksa di Washington DC, Jeanine Pirro, tampak merupakan versi dengan kualitas lebih tinggi dari cuplikan yang sebelumnya dibagikan Trump tak lama setelah insiden pada Sabtu lalu.
Rekaman tersebut memperlihatkan hampir selusin petugas keamanan berkumpul di sekitar sebuah pos pemeriksaan keamanan di koridor hotel.
Seorang pria mengenakan mantel panjang berwarna gelap terlihat berjalan menyusuri koridor sebelum menghilang ke sebuah pintu.
Beberapa saat kemudian, pria bersenjata itu—setelah melepas mantelnya—kembali muncul dan berlari menembus alat pendeteksi logam. Menurut pernyataan tertulis yang diajukan jaksa, mantel tersebut digunakan untuk menyembunyikan senapan shotgun kaliber 12.
Rekaman itu juga tampak menunjukkan seorang petugas menarik dan menembakkan pistolnya ke arah tersangka.
Seorang agen Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service) tertembak dalam serangan tersebut, namun tidak mengalami luka serius, menurut keterangan pejabat sebelumnya. Agen tersebut selamat berkat rompi antipeluru yang dikenakannya, ujar Trump pada Kamis (30/04).
Para ahli balistik masih menyelidiki apakah agen Secret Service itu terkena peluru yang ditembakkan oleh tersangka atau justru oleh aparat penegak hukum lain di lokasi kejadian.
Namun, Pirro mengatakan dalam unggahannya di X pada Kamis: "Tidak ada bukti bahwa penembakan tersebut merupakan akibat dari tembakan sesama aparat."
Namun, sebuah memo yang diajukan jaksa penuntut pada Rabu (29/04)—yang meminta hakim agar Allen tetap ditahan hingga persidangan—tidak menyebutkan adanya petugas yang tertembak dalam insiden tersebut.
Dalam memo itu disebutkan bahwa ketika tersangka berlari menembus pos pemeriksaan, seorang agen Dinas Rahasia Amerika Serikat "melihat terdakwa menembakkan shotgun ke arah tangga yang mengarah ke ballroom".
Pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan sebelumnya dalam dokumen dakwaan, yang menyebutkan bahwa seorang petugas terkena satu tembakan yang mengenai rompi antipelurunya, yang diduga dilepaskan oleh tersangka.
Sementara itu, tim pengacara pembela Allen mempertanyakan klaim jaksa bahwa klien mereka sempat melepaskan tembakan.
Pada Kamis, Direktur Dinas Rahasia Amerika Serikat mengatakan kepada Fox News bahwa tersangka menembaki seorang agen Secret Service dari jarak sangat dekat.
"Semua bukti yang saya lihat menunjukkan bahwa tersangka menembak petugas kami dari jarak sangat dekat menggunakan shotgun," ujar Direktur Secret Service, Sean Curran, kepada stasiun televisi tersebut.
"Ia ditembak dari jarak nol di bagian dada dengan shotgun, namun petugas kami secara heroik membalas tembakan dan mampu melepaskan lima tembakan balasan," katanya.
Curran menambahkan, "Tampaknya tersangka terbentur lututnya pada salah satu kotak magnetometer saat berhadapan dengan petugas kami, lalu mulai terjatuh ke tanah."
"Pada momen itulah para petugas dan agen berhasil melumpuhkannya dan menindihnya hingga situasi terkendali," ujarnya.
Allen juga menghadapi sejumlah dakwaan tambahan, termasuk membawa senjata api lintas negara untuk melakukan tindak kejahatan serius serta melepaskan senjata api dalam kejahatan dengan kekerasan—masing-masing dakwaan tersebut diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.