Kisah Marc Cucurella, bek timnas Spanyol yang hidupnya berubah setelah putranya didiagnosis autisme – 'Kadang saya tidak tahu bagaimana membantunya'

Marc Cucurella, bek timnas Spanyol, merayakan kemenangan bersama putranya, Mateo, yang didiagnosis menyandang autisme.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Marc Cucurella, bek timnas Spanyol, merayakan kemenangan bersama putranya, Mateo, yang didiagnosis menyandang autisme.
    • Penulis, Tim redaksi
    • Peranan, BBC News Mundo
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 4 menit

Pemain berambut keriting panjang yang berlari di bagian sayap lapangan mustahil dilewatkan jika Anda menyaksikan tim nasional Spanyol berlaga pada Piala Dunia 2026.

Pemain itu adalah bek Spanyol, Marc Cucurella, yang baru saja direkrut Real Madrid dari Chelsea di Inggris.

Cucurella sedang menikmati masa yang sangat baik dalam kariernya.

Selain kepindahannya ke Real Madrid, dia akan menampilkan aksinya pada final Piala Dunia 2026 melawan Argentina, Senin (20/07) pukul 02.00 WIB.

Akan tetapi, bagi Cucurella, keluarganya selalu berada di atas sepak bola dalam skala prioritas—bahkan ketika merayakan gol-golnya dengan melompat seperti seekor penguin.

"Saya melihat di internet bahwa penguin memilih pasangan dan keluarga untuk seumur hidup. Dan mereka tetap bersama selamanya. Karena itu saya ingin mengenang keluarga saya, yang selalu mendukung saya dalam saat-saat terbaik maupun terburuk. Karena itu selebrasi ini untuk mereka," jelasnya dalam sebuah konferensi pers.

Baca juga:

Pemain sepak bola berusia 28 tahun itu memiliki tiga anak, Mateo, Río, dan Bella, bersama pasangannya, Claudia Rodríguez.

Dalam mengurus keluarganya itulah, Cucurella menghadapi tantangan berat—walau kehidupan pesepak bola terlihat sempurna, "seolah kami tidak memiliki masalah pribadi, padahal kami juga punya [masalah]".

Pesepak bola Marc Cucurella dalam pertandingan tim nasional Spanyol yang mengenakan seragam kedua berwarna putih.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Marc Cucurella telah 31 kali memperkuat timnas Spanyol.

Di antara tantangan sehari-hari yang dihadapi Cucurella tapi jarang terlihat penonton adalah kondisi putranya, Mateo, yang didiagnosis mengalami Gangguan Spektrum Autisme (ASD) tingkat 1 ketika berusia tiga tahun.

Kondisi Mateo dianggap sebagai bentuk paling ringan dalam spektrum tersebut.

Menurut Boston Children's Hospital, ASD dikenal sebagai gangguan "perkembangan neurologis".

Artinya, kondisi tersebut memengaruhi cara seorang anak berpikir, bergerak, berbicara, atau berperilaku.

Kondisi ini ditandai oleh kesulitan dalam komunikasi sosial, perilaku berulang, dan dalam beberapa kasus kemampuan kognitif yang terbatas atau tidak merata.

'Putra sulung mengubah hidup kami'

"Putra sulung saya adalah orang yang sedikit banyak mengubah hidup kami semua. Saat mulai masuk pendidikan anak usia dini, kami mulai melihat hal-hal yang berbeda.

"Kami melihat dalam foto-foto anak-anak yang sedang bermain, dia selalu tampak agak sendirian," tutur Cucurella kepada stasiun televisi publik Spanyol RTVE saat menjelaskan momen ketika dia dan pasangannya menyadari bahwa putra mereka autistik.

"Ketika dia bertambah besar, kami melihat bahwa dia tidak berbicara, tidak banyak mengoceh. Masa itu mungkin adalah masa yang paling berat. Melihat anak saya menderita, saya pikir itu adalah salah satu hal tersulit yang ada," lanjutnya.

Cucurella merasa sulit membicarakan topik ini dan mengatakan bahwa "kadang-kadang dia tidak tahu bagaimana membantu putranya".

Cucurella mengenakan kostum merah timnas Spanyol, sembari memegang anak bungsunya dengan satu tangan dan Mateo dengan tangan lainnya.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Keluarg adalah yang utama, kata Cucurella dalam beberapa kesempatan.

Pengalaman tersebut telah mengajarkannya untuk memandang hidup dengan lebih banyak sabar, empati, dan peka.

Dia mengakui bahwa posisinya sebagai pesepak bola elite memberinya suara yang tepat untuk meningkatkan kesadaran dan membantu keluarga lain.

"Saya sangat senang bahwa dengan kemampuan kami untuk menjangkau banyak orang. Kami dapat membantu lebih banyak keluarga, agar lebih banyak sekolah atau pusat bantuan dan dukungan dibuka. Bagi saya, posisi ini telah membantu memilah hal-hal yang benar-benar penting dan tidak penting."

Pada awalnya, Cucurella dan pasangannya tidak menerima banyak bantuan dari sekolah tempat putra mereka belajar. Sebagai orang tua, mereka merasa tersesat.

"Kami tidak menerima banyak bantuan dari sekolah dan melalui bulan-bulan terburuk. Setiap hari kami pergi bersama untuk mengantar Mateo dan pulang ke rumah sambil menangis. Setiap hari," kata istri Cucurella, Claudia Rodríguez.

'Kami harus belajar banyak'

"Kami harus memikirkan Mateo sepanjang waktu. Kadang-kadang kami ingin melakukan hal-hal tertentu dan tidak bisa karena itu tidak baik baginya. Liburan selalu sulit karena itu berarti banyak perubahan baginya."

"Saya mendapat hasil diagnosis yang menyebut anak saya autistik. Tapi sebagai orang tua kami tidak siap untuk hal ini, jadi kami harus belajar banyak. Mungkin Mateo juga telah banyak mengajari kami," kata Cucurella.

Baca juga:

Dalam sebuah wawancara ia sampai terharu saat membicarakan hal itu. Dia mengaku menderita ketika melihat Mateo mengalami kesulitan.

Hingga kini, putra sulung pesepak bola itu belum berada di tribun penonton bersama adik-adiknya guna menyaksikan ayah mereka tampil bersama timnas Spanyol pada Piala Dunia 2026.

Cucurella turut berkontribusi menyingkirkan Prancis dari Piala Dunia 2026.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Cucurella turut berkontribusi menyingkirkan Prancis dari Piala Dunia 2026.

Namun, Cucurella menjelaskan kepada radio Cadena Cope bahwa Mateo akan menghadiri pertandingan final Piala Dunia, seperti saat final Piala Eropa 2024 yang akhirnya dimenangkan Spanyol.

Di Amerika Serikat, "cuacanya sangat panas dan dia mudah merasa kewalahan. Dia lebih suka berada di tempat yang lebih sejuk, dengan pendingin udara, kolam renang...," jelas pemain Real Madrid tersebut.

Dengan nada yang lebih santai, Cucurella mengatakan bahwa jika Spanyol mengalahkan Argentina dalam final Piala Dunia, ia akan membuat tato bergambar wajah pelatih tim Luis de la Fuente di tubuhnya.

""