Belanda pindahkan emas senilai miliaran euro ke London sebagai langkah 'kesiapsiagaan krisis'

Gold bars are neatly stacked on top of each other to form a pyramid shape.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sebagian besar emas tersebut dijual di New York lalu dibeli kembali di London. Namun, lebih dari 27 ton emas juga dipindahkan secara fisik ke Inggris.
    • Penulis, Henry Moore
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 3 menit

Bank sentral Belanda (DNB) mengonfirmasi bahwa emas senilai miliaran dolar telah dipindahkan dari Amerika Utara ke London, dengan alasan adanya "peningkatan gejolak geopolitik".

Dalam pernyataan pada Rabu, DNB mengatakan sebanyak 86 ton emas telah dipindahkan dari Amerika Serikat dan Kanada melalui operasi kompleks yang memakan waktu beberapa bulan.

Kini, emas tersebut disimpan di Bank of England, tempat logam mulia itu dapat diperjualbelikan dengan lebih mudah "dalam situasi krisis".

Presiden DNB, Olaf Sleijpen, mengatakan langkah tersebut "diperlukan untuk memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan kami".

Keputusan itu diambil di tengah sengketa perdagangan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Kanada.

Kedua negara baru-baru ini mengumumkan tarif baru terhadap satu sama lain setelah perundingan dagang gagal mencapai kesepakatan.

Bank Sentral Belanda (DNB) mengatakan pemindahan tersebut, yang berlangsung antara Maret hingga Agustus, melibatkan pengangkutan 27 ton emas batangan dari New York dan Ottawa ke Zeist, Belanda.

Sejumlah emas dengan kuantitas dan kualitas yang sama kemudian dipindahkan ke London tanpa perlu dilebur ulang menjadi batangan baru.

Namun, otoritas tidak mengungkapkan secara rinci bagaimana emas dalam jumlah besar itu diangkut melintasi Samudra Atlantik.

Sisa proses pemindahan dilakukan melalui mekanisme penjualan emas di New York dan pembelian kembali emas di London, kata DNB.

"Dengan menggabungkan proses jual beli dan transportasi fisik, DNB dapat menyebarkan risiko yang terkait dengan pemindahan fisik emas yang kompleks seperti ini," demikian bunyi pernyataan bank tersebut.

DNB tidak menjelaskan secara spesifik apa yang dimaksud dengan "gejolak geopolitik" dalam pernyataannya.

Namun, perekonomian AS masih berada dalam situasi yang tidak menentu akibat perang yang sedang berlangsung dengan Iran, yang berdampak pada perdagangan global.

Warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, memprotes tindakan AS dan Israel, 12 April 2026.

Sumber gambar, Fatemeh Bahrami/Anadolu via Getty Images

Keterangan gambar, Warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, memprotes tindakan AS dan Israel, 12 April 2026.
Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Sementara itu, Kanada juga terdampak berat oleh tarif AS terhadap sektor-sektor utama seperti baja, aluminium, kayu, dan otomotif.

Selain itu, Washington pada Agustus lalu mengumumkan pungutan tambahan sebesar 50% terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar C$28 miliar (US$20 miliar; £15 miliar).

Menurut DNB, emas yang disimpan di Bank of England "dianggap sebagai emas yang paling mudah diperdagangkan di dunia", sehingga lebih mudah diakses dalam kondisi krisis dibandingkan jika tetap disimpan di AS atau Kanada.

Sebelum pengumuman pada Rabu, DNB menyimpan 31,3% cadangan emasnya di New York dan 19,7% di Ottawa.

Setelah pemindahan tersebut, porsi penyimpanan di masing-masing lokasi turun menjadi 18,5%.

DNB menyebut total cadangan emas Belanda mencapai 612,4 ton pada akhir 2025, dengan nilai sekitar €72,2 miliar.

Setelah relokasi ini, porsi cadangan emas Belanda yang disimpan di London meningkat dari 18,1% menjadi 32,1%, sementara 30,8% cadangan tetap berada di dalam negeri, di Belanda.