Pesawat tujuan Israel mendarat di Arab Saudi setelah dugaan penikaman di kokpit – 'Situasinya sangat menegangkan'

Seorang pilot dalam penerbangan tujuan Israel menikam pilot lainnya dan "tampaknya berusaha menjatuhkan pesawat", kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pesawat itu sedang dalam perjalanan dari Dubai menuju Tel Aviv ketika anjlok 17.000 kaki (5.200 meter) dalam waktu kurang dari dua menit, sebelum dialihkan ke Arab Saudi.
Seorang penumpang mengatakan terdengar "jeritan mengerikan di seluruh pesawat", sebelum "tiga hingga lima orang menerobos masuk ke kokpit" dan melumpuhkan penyerang.
Penumpang lainnya mengatakan "kami mengambil alih kendali penerbangan" dari "seorang penyerang yang membawa pisau".
Sementara itu, dua pilot lain yang dilaporkan berada di bagian belakang pesawat kemudian maju ke kokpit untuk mendaratkan pesawat.
Netanyahu mengatakan pilot yang melakukan serangan itu telah ditangkap.
Dia "memberikan penghormatan kepada para pahlawan" yang menurutnya "menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah bencana besar".
Flydubai mengatakan pesawat 'berhasil diamankan oleh awak yang sedang bertugas'
Menyusul perkembangan terbaru dari pemerintah Israel, BBC juga baru saja menerima pernyataan dari Flydubai, maskapai yang mengoperasikan pesawat tempat insiden tersebut terjadi.
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Seorang juru bicara maskapai mengatakan "terjadi pertikaian di kokpit" penerbangan FZ1073, yang terbang dari Bandara Internasional Dubai menuju Bandara Internasional Ben Gurion pada 30 September.
Menurut pernyataan itu, pesawat "berhasil diamankan oleh awak Flydubai yang sedang bertugas dan berada dalam penerbangan tersebut".
Mereka kemudian mengalihkan penerbangan dan mendaratkan pesawat dengan selamat di Bandara Tabuk.
Seluruh penumpang dan awak pesawat dalam keadaan selamat dan telah dipastikan keberadaannya.
Maskapai mengatakan telah mengerahkan dua pesawat pengganti ke Tabuk "untuk menggantikan penumpang dan awak pesawat".
Flydubai menambahkan bahwa insiden tersebut tidak berdampak pada penerbangan terjadwal lainnya dalam jaringan Flydubai.
"Pada tahap awal ini, penyebab dan motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut belum diketahui dan masih menjadi bagian dari penyelidikan resmi," kata maskapai.
Flydubai juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan "spekulasi prematur", dan mengatakan prioritas utamanya saat ini adalah keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan seluruh penumpang serta awak pesawat.
Netanyahu: Pilot 'tampaknya' berusaha menjatuhkan pesawat
Berikut keterangan lebih lanjut dari pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu:
"Dalam penerbangan, ketika mereka mendekati Israel, salah seorang pilot menikam pilot lainnya dan tampaknya berusaha menjatuhkan pesawat yang membawa para penumpang tersebut."
"Saya berbicara dengan salah seorang penumpang Israel. Dia mengatakan kepada saya bahwa pesawat berputar dan mulai kehilangan ketinggian. Dia mengatakan bahwa entah bagaimana dia berhasil masuk ke kokpit bersama salah seorang awak pesawat. Mereka kemudian bersama-sama melumpuhkan pilot yang melakukan penikaman itu ketika dia berusaha menyabotase sistem pesawat."
"Awak penerbangan lain yang berada di dalam pesawat kemudian masuk ke kokpit dan berhasil menstabilkan pesawat."
"Saya salut kepada para pahlawan ini yang menunjukkan kecerdikan dan keberanian luar biasa. Mereka menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah terjadinya bencana besar."
"Pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk di Arab Saudi. Seluruh penumpang kini berada dalam keadaan aman."
"Pilot yang melakukan penikaman telah ditangkap dan saat ini sedang diperiksa oleh pihak berwenang Arab Saudi."

Sumber gambar, EPA
'Istri saya mendengar teriakan dari kokpit', kata penumpang
Kesaksian dari para penumpang di pesawat tersebut terus bermunculan.
Berbicara kepada media Israel, Calcalist, Zvika Manes menggambarkan insiden tersebut sebagai pengalaman yang sangat "traumatis".
Ketika pertikaian terjadi, putrinya sedang berada di toilet, sementara istrinya, yang berdiri di dekat kokpit, mendengar "teriakan" dan "jeritan".
Istrinya kemudian memberi tahu seorang pilot cadangan mengenai situasi tersebut dan mendesaknya untuk "masuk" ke kokpit.
Manes mengatakan dia kemudian masuk ke kokpit untuk membantu melumpuhkan penyerang.
"Saya berlumuran darah. Situasinya kacau sekali," katanya.
- BBC belum memverifikasi kesaksian ini, tetapi tengah berupaya mengonfirmasi rincian mengenai peristiwa yang masih berkembang tersebut.
Sekelompok pemuda menerobos kokpit dan melumpuhkan penyerang
Seorang penumpang dalam penerbangan tersebut bercerita kepada surat kabar Israel, Haaretz, bahwa pesawat kehilangan kendali dan "menukik" sekitar satu jam sebelum waktu pendaratan yang dijadwalkan.
Dalia Shpigel mengatakan kepada surat kabar itu "tiba-tiba terdengar teriakan mengerikan di dalam pesawat" sebelum "tiga hingga lima orang menerobos masuk ke kokpit" dan melumpuhkan penyerang serta mulai membantu merawat luka pilot yang terluka.

"Kami menyadari situasinya mulai agak tenang dan melanjutkan penerbangan. Berangsur-angsur informasi muncul tentang apa yang terjadi di kokpit," tutur Sphigel.
Dia melanjutkan "para pemuda" tersebut kemudian mengambil alih saat pesawat mengubah haluan untuk mendarat di Arab Saudi.
"Saat ini, kami semua berada di terminal bandara, dan tim medis sedang memeriksa kami," sambungnya.
'Situasinya sangat menegangkan'
Pihak bandara tempat pesawat itu mendarat mengatakan kapten dan kopilot sama-sama mengalami cedera, tetapi tidak menjelaskan bagaimana mereka terluka. Keduanya telah dibawa ke rumah sakit.
Yasmin Abukasis mengatakan putrinya, yang berada di dalam pesawat, mendengar teriakan ketika seorang pilot meminta pertolongan.
Penumpang lainnya mengatakan kepada wartawan bahwa para penumpang membantu melumpuhkan salah satu pilot dan mengikatnya, menurut wartawan BBC di Yerusalem.
Pesawat Flydubai tersebut, yang lepas landas pada Rabu dini hari, mengirimkan kode darurat sekitar dua jam setelah penerbangan dimulai, menurut situs pelacak penerbangan Flightradar24.
Pesawat kemudian mengubah sinyalnya menjadi kode pembajakan, sebelum kembali menggunakan sinyal darurat umum.
Sejumlah pejabat Israel mengatakan kepada media setempat bahwa "bencana yang sangat serius berhasil dicegah".
Data yang ditelaah BBC Verify menunjukkan pesawat anjlok 17.000 kaki (5.200 meter) dalam waktu kurang dari dua menit.
Seorang penumpang menggambarkan situasi itu sebagai "sangat menegangkan".
Apa yang sudah dan belum diketahui sejauh ini
Yang sudah diketahui:
- Penerbangan Flydubai FZ103 dari Dubai menuju Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi sekitar dua jam setelah lepas landas pada Rabu.
- Sinyal darurat, yang kemudian disusul peringatan pembajakan, diaktifkan tak lama setelah pesawat tiba-tiba berubah arah dan turun dengan cepat. Pesawat anjlok 17.000 kaki (5.200 meter) hanya dalam dua menit.
- Seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan telah dipastikan keberadaannya, menurut maskapai Flydubai.
- Setelah mengirimkan panggilan darurat kepada pengatur lalu lintas udara, pesawat melakukan pendaratan darurat di Bandara Tabuk pada pukul 08:44 waktu setempat.
- Kapten dan kopilot telah dibawa ke rumah sakit, menurut perusahaan yang mengelola bandara tersebut.
- Para penumpang melaporkan bahwa seorang pilot ditikam di kokpit. Seorang penumpang mengatakan dua pilot yang berada di bagian belakang pesawat kemudian maju untuk membantu mendaratkan pesawat. Keterangan ini belum dikonfirmasi.
Yang belum diketahui:
- Motif di balik dugaan serangan tersebut, serta seberapa parah cedera yang dialami kapten dan kopilot.
- Nama maupun kewarganegaraan orang-orang yang terlibat, termasuk pilot yang terluka dan mereka yang mendaratkan pesawat.
- Para saksi menggambarkan melihat darah dan sebilah pisau, tetapi belum diketahui siapa yang menyerang siapa, ataupun senjata apa yang sebenarnya digunakan.
- Belum ada pernyataan resmi dari kepolisian, layanan darurat, maupun penyelidik.
Kapten dan kopilot terluka, kata pengelola Bandara Tabuk
Perusahaan yang mengelola Bandara Tabuk di Arab Saudi, tempat pesawat tersebut dialihkan, baru saja mengeluarkan pernyataan.
Pernyataan itu menyebut kapten dan kopilot pesawat Flydubai mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit.
Namun, tidak disebutkan apa yang menyebabkan mereka terluka.
Pusat pengendali lalu lintas udara bandara menerima panggilan darurat dari pesawat Flydubai pada pukul 08:44 waktu setempat.
Dalam panggilan tersebut, pesawat meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat.
Pesawat mendarat dengan selamat sekitar satu jam kemudian, menurut pernyataan tersebut.

Sumber gambar, AFP via Getty
Saksi gambarkan situasi berdarah saat pesawat anjlok
Laporan mengenai apa yang terjadi di dalam pesawat Flydubai masih terus bermunculan.
Berikut adalah keterangan para saksi dan pejabat yang tidak disebutkan namanya sejauh ini.
'Mereka mengira akan celaka': Kepanikan terjadi ketika pesawat anjlok 17.000 kaki. Ibu dari salah seorang penumpang mengatakan putrinya bercerita: "Semua orang berteriak. Mereka mengira mereka akan celaka."
'Seorang pilot menikam pilot lainnya': Sejumlah pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media Israel bahwa seorang pilot menyerang pilot lainnya dengan pisau, diduga untuk "membajak pesawat... atau menjatuhkannya". Namun perlu ditegaskan bahwa motifnya belum dikonfirmasi dan belum ada keterangan resmi.
'Diikat': Seorang penumpang Israel mengatakan kepada wartawan bahwa awak pesawat meminta bantuan para penumpang untuk melumpuhkan pelaku dan mengikatnya.
'Berlumuran darah': Para saksi menggambarkan situasi penuh kekerasan. Salah seorang di antaranya mengatakan: "Ada orang-orang di sini yang bajunya berlumuran darah."
'Ambil alih kendali': Dua pilot yang berada di bagian belakang pesawat maju untuk membantu mendaratkan pesawat, menurut seorang penumpang. "Saya berteriak kepada mereka agar berlari dan mengambil alih kendali pesawat," katanya.
Pesawat menuju Arab Saudi untuk menjemput penumpang
BBC menerima laporan bahwa sebuah penerbangan pengganti sedang menuju Tabuk, Arab Saudi, untuk menjemput para penumpang dari penerbangan tujuan Israel yang dialihkan.
Menurut Flightradar24, pesawat Flydubai lainnya, dengan nomor penerbangan FZ8455, berangkat dari Dubai sesaat sebelum pukul 12:56 waktu setempat dan dijadwalkan mendarat di Tabuk pada 14:41 waktu setempat.
Perusahaan pelacak penerbangan itu mengatakan, setelah pesawat tersebut mendarat di Tabuk, pesawat akan membawa para penumpang ke Tel Aviv, yang merupakan tujuan awal mereka.

Pilot berteriak minta tolong saat pesawat mulai 'kehilangan kendali'
BBC kini mendapat keterangan lebih lanjut dari Yasmin Abukasis, yang berbicara kepada wartawan dari Bandara Ben Gurion, Israel, tempat pesawat itu semula dijadwalkan mendarat.
Yasmin mengatakan putrinya, yang berada dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv, meneleponnya dan mengatakan bahwa dia mendengar teriakan di dalam pesawat ketika seorang pilot meminta pertolongan.
"Pesawat mulai kehilangan kendali. Semua orang berteriak, mereka mengira mereka akan celaka," kata Yasmin kepada kantor berita AP.
Dalam keterangannya kepada Reuters, Yasmin mengatakan dua pilot lainnya mengambil alih kendali pesawat, sementara sejumlah penumpang berlari menuju seorang pria yang membawa pisau.

Sumber gambar, Jack Guez/AFP via Getty Images
Pesawat anjlok 17.000 kaki dalam dua menit, menurut data
Penerbangan tujuan Tel Aviv itu turun dengan sangat cepat saat berada di atas Arab Saudi, sekitar dua jam setelah lepas landas dari Dubai, menurut data pelacakan penerbangan Flightradar24 yang ditelaah BBC Verify.
Sesaat sebelum pukul 08:21 waktu setempat, pesawat tercatat sedang terbang pada ketinggian jelajah 34.000 kaki (10.400 meter).
Dalam waktu kurang dari dua menit, pesawat itu turun lebih dari 17.000 kaki (5.200 meter).
Sekitar 10 menit kemudian, pesawat mengirimkan sinyal darurat.
Data yang tersedia menunjukkan ketinggian pesawat terus mengalami fluktuasi signifikan sepanjang sisa penerbangan menuju Bandara Tabuk di Arab Saudi.

Sumber gambar, Jack Guez/AFP via Getty Images
'Ada orang di sini yang bajunya berlumuran darah' - saksi mata
Dalam wawancara dengan surat kabar Israel, Israel Hayom, seorang penumpang perempuan menggambarkan momen "sangat menegangkan" ketika orang-orang di dalam pesawat menyadari bahwa pesawat tengah turun dengan cepat.
"Kami menyadari para pilot kehilangan kendali," katanya, seraya menceritakan teriakan ketakutan para penumpang.
Dia mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa seorang pilot mengalami luka tusuk serius sebelum penyerang berhasil dijauhkan darinya.
"Ada orang di sini yang bajunya berlumuran darah," katanya.
Dia menambahkan: "Sekarang kami baik-baik saja dan ingin pulang."
- BBC News belum dapat memverifikasi kesaksian ini. Situasi masih berkembang dan kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah tersedia.
'Bencana besar berhasil dicegah', kata pejabat kepada media Israel
Informasi terbaru datang dari media Israel, yang berbicara dengan sejumlah pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya.
"Bencana yang sangat serius berhasil dicegah," kata salah seorang pejabat tersebut kepada Channel 12.
The Jerusalem Post juga mengutip seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa "bencana besar nyaris terjadi".
Dua pilot di bagian belakang pesawat membantu mendaratkan pesawat, menurut laporan
Media Israel melaporkan lebih banyak informasi mengenai apa yang terjadi dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv.
Seorang penumpang yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa seorang pilot ditikam oleh pilot lainnya, tetapi para penumpang yang berada di dekat bagian depan pesawat membantu mengeluarkan pelaku dari kokpit.
Saksi itu mengatakan ada dua pilot lain di dalam pesawat yang berada di bagian belakang pesawat.
"Saya berteriak kepada mereka agar segera berlari dan mengambil alih kendali pesawat," kata penumpang tersebut kepada Jerusalem Post.
Penumpang itu juga mengatakan bahwa pilot yang terluka mendapat pertolongan yang menyelamatkan nyawanya dari seorang dokter gigi yang berada dalam penerbangan tersebut.
- BBC News belum dapat memverifikasi keterangan ini. Ini merupakan peristiwa yang masih berkembang dan kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah tersedia.
Sinyal darurat aktif selama tujuh menit sebelum pesawat mengubah arah
Penerbangan FZ103 dari Dubai menuju Tel Aviv mengirimkan sinyal darurat selama sekitar tujuh menit, tak lama setelah pesawat berubah arah secara tiba-tiba dan menurunkan ketinggian di atas Arab Saudi, menurut data Flightradar24.
Pesawat lepas landas pada pukul 03:05 UTC (04:05 BST), setelah mengalami keterlambatan selama 20 menit.
Kode darurat "squawk" 7700, yang menandakan "keadaan darurat umum", dikirimkan sekitar pukul 05:31 UTC.
Flightradar24 kemudian mengatakan melalui X bahwa sinyal darurat lainnya, yakni kode 7500 yang menandakan "intervensi melawan hukum", dikirimkan pada pukul 05:38. Namun, sinyal tersebut tidak terlihat di situs web mereka.
Pesawat sempat memasuki wilayah udara Yordania pada pukul 05:40, sebelum berputar kembali ke wilayah udara Arab Saudi enam menit kemudian.
Pesawat kembali menurunkan ketinggian pada pukul 06:11 dan tampak mengarah ke Tabuk, Arab Saudi.
Data lokasi pesawat kemudian sempat tidak tersedia hingga pukul 06:58, ketika pesawat kembali terdeteksi di Bandara Tabuk.

Sumber gambar, Jack Guez/AFP via Getty Images
'Darah di mana-mana', menurut kesaksian penumpang
Kami kini mendapat kesaksian dari para penumpang melalui Reuters.
Yasmin Abukasis mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa putrinya, Miriam, berada dalam penerbangan itu dan mendengar suara teriakan.
Menurut putrinya, seorang pria yang memegang pisau menjatuhkan salah satu pilot ke lantai, dan darah berada di mana-mana.
Seluruh penumpang selamat dan telah terdata, kata Flydubai
Flydubai mengonfirmasi penerbangannya "mengalami sebuah insiden", tetapi mengatakan "seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan telah terdata".
"Flydubai dapat mengonfirmasi bahwa penerbangan FZ1073 dari Bandara Internasional Dubai (DXB) menuju Bandara Internasional Ben Gurion (TLV) pada 30 September mengalami sebuah insiden dalam perjalanan," demikian pernyataan maskapai tersebut.
"Pesawat telah mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk (TUU) dan seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan telah terdata. Keselamatan dan kesejahteraan penumpang serta awak pesawat tetap menjadi prioritas utama kami.
"Tim kami bekerja sama secara erat dengan pihak berwenang terkait. Informasi terbaru akan disampaikan setelah rincian lebih lanjut dikonfirmasi."
Penumpang 'membantu mengikat pilot setelah perkelahian'
Dilaporkan bahwa situasi darurat itu terjadi setelah "perkelahian" antara pilot dan kopilot.
Seorang penumpang Israel di pesawat tersebut mengatakan kepada wartawan bahwa awak pesawat meminta bantuan.
Para penumpang kemudian membantu melumpuhkan salah satu pilot dan mengikatnya.
Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan situasi telah terkendali dan upaya sedang dilakukan untuk memulangkan para penumpang Israel dari Arab Saudi.
Penerbangan tujuan Israel dialihkan setelah 'perkelahian' antara pilot, menurut laporan
Sebuah penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah terjadi "perkelahian" antara pilot, menurut keterangan sejumlah pejabat Israel kepada media setempat.
Pesawat Flydubai itu, yang lepas landas dari Bandara Internasional Dubai pada Rabu dini hari, mengirimkan kode darurat sekitar dua jam setelah penerbangan dimulai, menurut situs pelacak penerbangan Flightradar24.
Beberapa menit kemudian, pesawat tersebut mengubah sinyalnya menjadi kode yang digunakan untuk melaporkan pembajakan, sebelum kemudian kembali menggunakan sinyal darurat umum.

Sumber gambar, Flightradar24/Reuters
Menurut laporan media setempat yang mengutip pejabat pertahanan Israel, sinyal darurat itu diduga dikirim setelah terjadi "pertikaian" antara pilot dan kopilot.
Penerbangan FZ1073, yang membawa sekitar 150 orang dan sebagian besar di antaranya warga Israel, semula dijadwalkan mendarat di Bandara Ben Gurion.
Namun, pesawat itu kemudian mendarat di Bandara Tabuk di Arab Saudi bagian barat laut.
Sebelumnya, seorang saksi mata di dalam pesawat juga menceritakan bahwa "seorang penyerang dengan pisau" menikam salah satu pilot.
BBC Verify telah memeriksa video tersebut, yang tidak menunjukkan tanda-tanda manipulasi AI dan tampaknya belum diunggah secara daring sebelum kejadian tersebut.
Dalam video tersebut, pria yang berbicara ke kamera dari tempat duduk di pesawat mengatakan: "Kami mengambil alih kendali penerbangan dan seorang penyerang dengan pisau menusuk salah satu pilot."
Dia mengatakan mereka berhasil mengeluarkan terduga pelaku dari kokpit, dan semuanya "baik-baik saja sekarang".
"Ada seorang pilot yang terluka parah."
"Ada pilot lain yang juga terluka tetapi dia berhasil mendaratkan pesawat - dia bersama dua anggota kru, kami memastikan untuk menutup pintu. Aku sayang kalian dan semuanya baik-baik saja."
BBC belum memverifikasi laporan ini. BBC juga belum mendapat pernyataan resmi yang mengonfirmasi insiden tersebut dan berapa banyak orang yang terlibat.
'Kami butuh bantuan'
Peringatan: Unggahan ini berisi gambar yang mungkin dianggap menganggu oleh sebagian pembaca.
Sebuah video yang dibagikan oleh media Israel menunjukkan seseorang di dalam penerbangan tersebut menggambarkan apa yang terjadi.
BBC Verify telah memeriksa video tersebut, yang tidak menunjukkan tanda-tanda manipulasi AI dan tampaknya belum diunggah secara daring sebelum kejadian tersebut.

Sumber gambar, Reuters
Pria yang wajahnya berlumuran darah itu sedang merekam dirinya sendiri dan berkata: "Kita sudah sampai – pesawatnya – kita baru saja menguasai pesawat. Kita akan segera mendarat."
"Siapa pun yang mendengar saya: kami butuh bantuan. Kami akan mendarat di Tabuk."
Dia menambahkan: "Semua penumpang dalam penerbangan dalam keadaan sehat dan utuh – kecuali pilot. Kami butuh bantuan."
BBC belum menerima pernyataan resmi yang mengkonfirmasi sifat insiden tersebut atau berapa banyak orang yang terlibat.
Menteri Ben-Gvir sebut keamanan Israel perlu ditingkatkan
Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, telah mengunggah postingan di media sosial tentang insiden tersebut, meskipun tampaknya ia tidak berbicara atas nama pemerintah.
Ben-Gvir mengatakan "seorang teroris... berencana untuk menabrakkan pesawat dan membunuh" orang-orang yang berada di dalamnya.
Dia berterima kasih kepada "para penumpang yang heroik", dan mengatakan "doktrin keamanan" Israel harus ditingkatkan, seraya menambahkan negara itu tidak boleh berhenti sampai meraih "kemenangan total" di berbagai front.
Kami belum banyak mendengar kabar dari pemerintah Israel, selain pernyataan awal bahwa situasinya terkendali dan upaya sedang dilakukan untuk memulangkan para penumpang.
Yair Golan, yang memimpin partai Demokrat sayap kiri Israel, memuji para penumpang yang "berani" di dalam pesawat, sambil mengecam pemerintah karena menggunakan insiden tersebut untuk "meraup keuntungan politik murahan".
Artikel ini akan diperbarui secara berkala.






























